Kamis, 15 Juli 2010

Tabel Asam-Basa Makanan


Jika kertas lakmus indikator pH kita celupkan ke dalam cairan darah kita, apakah warna yang akan timbul? Adakah itu bisa “meneropong” bagaimana kira – kira kondisi tubuh kita saat itu: normal ataukah abnormal?


Derajat Keasaman

Secara kimiawi, derajat keasaman disimbolkan dengan “pH”, singkatan dari power of Hydrogen. Nilainya ditentukan dengan kuantitas ion Hidrogen bebas (H+) yang berada dalam satu liter larutan, yaitu tepatnya logaritma negatif dari konsentrasi ion Hidrogen. Misalnya, jika terdapat 10-7 gram ion Hidrogen dalam 1 liter larutan, maka pHnya adalah 7. Range pH dari 1 hingga 14. pH 7 terletak di tengah – tengah, sehingga disebut “netral”. Semakin ke arah angka 1, maka sifat larutan semakin asam. Demikian pula sebaliknya, semakin ke arah 14, semakin basa.

pH Cairan Tubuh

Proses metabolisme yang berlangsung terus - menerus di dalam sel tubuh memerlukan lingkungan kimiawi tertentu, termasuk derajat keasamannya. Secara normal, cairan tubuh termasuk darah semestinya berada dalam rentang pH 7,35 – 7,45 (sedikit basa). Keseimbangan dalam kondisi sedikit basa tersebut senantiasa dipertahankan agar enzim – enzim yang berperan dalam proses metabolisme dapat bekerja optimal. Jika pH bergeser, maka kerja enzim terhambat. Dalam jangka waktu tertentu, keadaan ini dapat memulakan timbulnya sakit dan penyakit.

Yang Berperan Menjaga Keseimbangan

Ada 4 hal yang berperan menyumbang derajat keasaman, yaitu:
  1. Produk asam yang dibuat oleh tubuh sendiri
  2. Lima jalur sistem organ pembuangan (eliminative system)
  3. Asam atau basa dari asupan makanan
  4. Aktivitas mental/emosi

  1. Produk asam yang dibuat oleh tubuh sendiri
Secara alami tubuh memang memproduksi asam yang dibutuhkan fungsi – fungsi fisiologis tubuh, misalnya: molekul DNA (deoxyribonucleic acid) yang sangat penting dalam reproduksi sel, asam amino sebagai bahan penyusun protein, dan lain – lain.
Selain itu, sebagai konsekuensi dari proses metabolisme, tubuh juga menghasilkan lebih dari tiga puluh jenis asam, yang harus dikeluarkan melalui organ – organ pembuangan.

  1. Lima jalur sistem organ pembuangan (eliminative system).
Ada lima organ pembuangan, yaitu: usus, paru – paru, ginjal, kulit, dan kelenjar getah bening.Kelima sistem organ ini turut berperan menjaga keseimbangan asam basa dengan membuang asam – asam sisa metabolisme sel.

Usus besar membuang sisa dari pencernaan. Orang yang makan 3 kali sehari akan mengalami rangkaian peristaltik usus sebanyak 3 kali pula. Mestinya dia buang air besar 3 kali dalam sehari. Jadi jika seseorang buang air besar 2 atau 3 hari sekali, bisa dibayangkan sudah terjadi penumpukan sampah di usus.
Selain faktor kurangnya olahraga, makanan juga berperan dalam menyebabkan konstipasi. Yang paling sering adalah roti dan produk – produk bakery. Selain itu, gula, kopi, coklat, dan junk food. Pemakaian obat – obat antibiotik menyebabkan bakteri – bakteri flora normal di usus ikut musnah, sehingga digantikan oleh bakteri merugikan penyebab penyakit. Keadaan ini bersama – sama menyebabkan dihasilkannya toksin semacam: indol, phenol, skatol, karbondioksida, metan, dan banyak asam serta gas lain. Jika keadaan ini tidak segera diatasi, maka toksin – toksin tersebut akan diabsorbsi oleh dinding usus, masuk ke peredaran darah, kemudian meracuni organ – organ tubuh lainnya.

Jika usus besar membuang sebagian besar sampah padat, maka ginjal adalah organ terpenting yang membuang sebagian besar sampah cair. Ginjal bekerja sama dengan kulit mengatur pembuangan sisa air dan elektrolit.  
     
  1. Asam atau basa dari asupan makanan
Mengetahui pH cairan tubuh yang sedikit ke arah basa, ditambah dengan metabolit asam yang selalu dihasilkan oleh tubuh sendiri, maka kita perlu menjaga tidak terlalu banyak dalam mengkonsumsi makanan yang bersifat asam. Pemeriksaan laboratorium telah mencoba melihat reaksi asam basa beberapa makanan, dengan hasil sebagai berikut:

tabel-asam-basa
 TABEL ASAM BASA MAKANAN


    1.  Aktivitas mental/emosi
Hampir semua buah dan sayuran bersifat basa. Semua ikan dan daging bersifat asam. Namun, uniknya, tidak semua orang menghasilkan respon/reaksi yang sama terhadap jenis makanan yang sama. Tidak semua makanan basa menjadi basa dalam lambung, terutama jika orang tersebut sedang dalam emosi yang tidak stabil.
Kekhawatiran, ketakutan, dan kemarahan menstimulasi produksi asam oleh tubuh.

Inilah kuasa Allah. Orang yang dekat dengan Allah, selalu bersyukur dengan segala ni’mat dari-Nya, termasuk setiap makanan yang menjadi rizqinya, insyaAllah membawa ketenangan dengan kesehatan sebagai bonusnya.

Wallaahu a’lam.

Sumber: ksupointer, an-nabwah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar