Rabu, 20 April 2011

Tuberkulosis pada Anak Sulit Dikenali

Tuberkulosis pada anak berbeda dengan orang dewasa. Penegakan diagnosis penyakit tersebut pada anak jauh lebih sulit lantaran gejala klinis sulit dikenali atau mirip dengan gejala penyakit lain. Demikian terungkap dalam talkshow bertema Cegah TB Kebal Obat yang diselenggarakan RSUP Persahabatan, Selasa (20/4/2010).. Penyakit Tuberkulosis (TB) ialah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.

Dokter Spesialis Anak Tjatur Kuat Sagoro, mengatakan, gejala tuberculosis (TB) pada anak tidak khas sifatnya. "Gejala batuk-batuk, demam naik turun tidak terlalu tinggi, berkeringat di malam hari, berat badan turun, kelainan di paru pada foto thoraks, dan pembengkakan kelenjar yang merupakan gejala tuberkulosis pada orang dewasa, belum tentu berarti tuberkulosis pada anak," ujar Tjatur. Terlebih lagi, terdapat chesty child atau anak yang mudah mengalami gejala saluran pernafasan atau respiratorik yang biasanya ditandai dengan batuk-batuk dan napas berbunyi. "Jika tidak memahami tuberkulosis pada anak, begitu ada tanda-tanda tersebut, biasanya langsung dikatakan tuberkulosis. Padahal, belum tentu," ujarnya.

Alat utama untuk menegakan diagnosis tuberkulosis pada anak ialah dengan uji tuberkulin atau lebih dikenal dengan tes mantouk, yakni dengan menyuntikkan protein kuman Mycobacterium tuberculosis pada lengan bawah anak guna memastikan anak terinfeksi tuberkulosis atau tidak. Kemudian dilihat reaksi pembengkakan di kulit.

Menurut Tjatur, TB pada anak tidak menular, sehingga anak jangan diasingkan. Kuman TB pada anak berkembang di dalam kelenjar paru atau tidak terbuka. Berbeda dengan kuman pada orang dewasa yang berkembang di da lam paru-paru. Kuman lalu membuat lubang untuk keluar melalui saluran nafas sehingga dapat tersebar ke luar.

sumber: kompas health

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar