Rabu, 01 Desember 2010

Awas, Diet Terlalu Ketat Justru Bikin Tulang Keropos

Bagi kaum hawa waspadai melakukan diet terlalu ketat. Bisa-bisa anda bukan tambah sehat malah terkena resiko osteoporosis di kemudian hari.  Demikian para ahli Amerika Serikat memperingatkan. Ironisnya, diet yang kerap membuat lapar dengan asupan gizi tak jelas ini diikuti oleh jutaan wanita muda di dunia.

Penelitian menunjukkan bahwa tiga di sepuluh perempuan putus asa untuk menurunkan berat badan sehingga mereka menjauhi sejumlah makanan yang dapat menyebabkan tubuh gemuk. Peringatan itu dikeluarkan hanya beberapa minggu setelah Gwyneth Paltrow mengungkapkan bahwa dia menderita osteopenia, sebuah penipisan tulang yang dapat menjadi cikal bakal osteoporosis.

Aktris 37 tahun itu mengikuti diet ketat yang rendah keju, mentega susu dan makanan ternak lain yang merupakan sumber yang kaya kalsium penguatan tulang. Meski, sejumlah ahli juga berpendapat bahwa diet tersebut menurunkan tekanan darah dan bahkan membantu mencegah kanker payudara dan usus.

Sebuah jajak pendapat dari kebiasaan makan 4.500 wanita Inggris menemukan bahwa 30 persen mengaku menghindari seluruh jenis makanan ketika mencoba untuk ramping untuk musim panas. Sebanyak 28 persen dari mereka kata mereka masih mengonsumsi keju, sedangkan 11 persen mengaku mengonsumsi semua produk susu yang ada pada menu. Lebih dari empat dalam sepuluh (41 persen) memotong roti, yang, menurut hukum, diperkaya dengan kalsium.

Fakta yang mencemaskan, lebih dari seperempat responden, 26 persen, yang disurveio perusahaan suplemen Ellactiva mengatakan mereka hanya melihat kandungan lemak dan kalori label makanan, mengabaikan semua informasi lain tentang kandungan gizi mereka. Kemudian 12 persen mengatakan mereka memilih makanan berdasarkan jumlah kalori mereka, daripada nilai gizi mereka.

Kegagalan untuk membangun tulang yang kuat pada usia 35 itulah yang meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari. Kondisi tersebut akan mempengaruhi tiga juta warga Inggris dan menjadi penyebab lebih dari 230,000 kejadian patah tulang setahun di pergelangan tangan, punggung dan pinggul, atau bagian-bagian  yang paling rapuh.

Seorang pakar dan konsultan gizi, Fiona Hunter, mendesak perempuan tidak menjadi nilai kelangsingan jangka pendek atas kesehatan jangka panjang. Dia berkata, "Obesitas merupakan masalah berkembang tetapi kita perlu memastikan kita tidak mencoba untuk melawan ini dengan mengandalkan diet tanpa lemak dan memotong kelompok makanan penting untuk menurunkan berat badan karena itu hanya akan menyebabkan masalah lebih pada  jangka panjang di kemudian hari. "Sebaiknya pendidikan tentang penekanan gizi lebih diajarkan sehingga orang dapat memahami nilai-nilai gizi makanan." ungkap Hunter.

Badan Standar Makanan mengatakan orang dewasa harus bisa mendapatkan 700 mg kalsium per hari yang mereka butuhkan dari variasi makanan atau seimbang. Sumber yang baik selain roti dan produk susu  adalah brokoli dan kubis, tahu dan kacang. Sarden, pilchard dan ikan lain yang memungkinkan kita makan tulang juga kaya mineral. Mereka yang mengandalkan suplemen harus menyadari bahwa mengasup lebih dari 1.500 mg sehari dapat menyebabkan kram perut dan diare.

Seorang juru bicara untuk National Osteoporosis Society berkata, "Penelitian terbaru ini menyoroti kecemasan bahwa citra tubuh dapat berpengaruh pada kesehatan tulang. Baik kalsium dan lemak memainkan peran dalam membangun tulang sehingga diet ketat yang menghilangkan lemak sepenuhnya dapat merusak. " ungkapnya "Ada banyak tekanan untuk menjadi langsing, tapi harus mencoba untuk tetap wajar, karena kesehatan tulang tak dapat diprediksi.'' imbuhnya lagi.

Untuk menghindari resiko osteoporosis, Fiona menegaskan diet seimbang adalah jawabannya. "Kita semua perlu sedikit lemak dalam makanan kita dan kalsium adalah kuncinya. Selain itu, sumber kalsium non-susu seperti buah kering, sayuran berdaun hijau, biji wijen dan tahu juga bagus untuk dikonsumsi." Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Rep: Ina Febriani/reuters.

(sumber: Republika OnLine)
Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil dengan Gold Shape Natural Fiber

Program menurunkan berat badan akan lebih aman dan nyaman dengan menggunakan  obat alami untuk menurunkan berat badan, yang sudah divalidasi oleh penelitian medis, yang terbuat dari alam.

Gold Shape Natural Fiber merupakan jenis makanan kesehatan, diformulasikan khusus untuk pria dan wanita yang senantiasa menjaga bentuk badan, kecantikan dan kesehatan.
Formulasi yang terkandung dalam Gold Shape Natural Fiber  ini berasal dari tumbuh-tumbuhan. Selain Jeruk Nipis dan Teh Hijau, Gold Shape Natural Fiber  juga mengandung Soya Powder, Oil Palm Fiber, Wheat Fiber, Aloe Vera Powder Citrimax, Oligosaccharides, Apple Fiber, Sweet Corn, Pineapple Powder, L-glutamine, Wheat Grass, Spirulina dan Chlorophyll, tanpa zat pewarna dan bahan-bahan pengawet lainnya. 
GOLD SHAPE NATURAL FIBER berfungsi antara lain: memelihara sistem pencernaan, membantu melancarkan sistem pembuangan, mencegah sembelit. membantu membentuk tubuh yang ideal, menjaga dan mengendalikan berat badan, mengendalikan nafsu makan, membantu mengendalikan kadar lipid/kolesterol jahat di dalam darah karena sifat fiber yang menghambat penyerapan lemak/kolesterol jahat di usus, mencegah defisiensi zat-zat gizi tertentu bagi mereka yang menjalankan diet ketat dan mencegah dan mengurangi resiko kanker kolon.

Cara penggunaannya adalah dengan melarutkan 1 sachet Gold Shape dalam segelas air 300cc. Aduklah hingga rata dan segera diminum sampai habis. Gold Shape Natural Fiber dapat dinikmati dengan air dingin atau air hangat.  Gold Shape Natural Fiber disarankan diminum sebelum sarapan dan sebagai pengganti makan malam. Untuk hasil yang ideal  Gold Shape diminum secara rutin selama 1 bulan - 3 bulan.

Swastika Farah Dila( 20 tahun) dari Medan telah membuktikan dengan mengkonsumsi Gold Shape Natural Fiber secara rutin dalam 2 bulan, berat badan turun 8 kg.
Nursiah Ningsih(20 tahun) dengan mengkonsumsi Gold Milk IgG DHA Powder, Cyano Spirulina berat badan turun 10 kg selama 3 bulan.

Masih banyak lagi kesaksian dari orang-orang lain yang sukses menurunkan berat badannya dengan mengkonsumsi produk-produk yang dipasarkan PT GnE Indonesia.Anda jangan langsung percaya, tetapi coba dan buktikanlah sendiri hasilnya. Good Luck!

Artikel Terkait:
dr. Deliana Sembiring: "Berkat Gold Shape, BAB Menjadi Lancar" 
Oni Ismaningsih: Buang Air Besar Jadi Rutin, Perut Mengecil dan Tekanan Darah Menjadi Normal 
Dra. Ratna Budiarti: Berkat Gold Shape, BAB Lancar, Berat Badan Turun dan Lingkar Pinggang Mengecil
Evi Lasmania: Sembelit Hilang, BAB Menjadi Lancar
Yuli Hartini: Berkat Gold Shape, BAB Lancar 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar