Tampilkan postingan dengan label stres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stres. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2011

MARAH 5 Menit Bikin DEPRESI 6 Jam

Selama 5 menit MARAH, imun sistem tubuh kita depresi 6 jam.

Dendam, menyimpan kepahitan, imun tubuh kita mati. Disitulah bermula awal segala penyakit. STRESS, Kolesterol tinggi, pemicu Darah Tinggi, Jantung, rhematik, arthritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).

Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.

Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.

Jika MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).

Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.

Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah trkena penyakit GINJAL.

Jika suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

Jika kita mudah EMOSI dan cendrung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.

Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.

Jika sering MENGANGGAP SEPELE smua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.

Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang).

Jika sering BERSEDIH dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit
LEUKEMIA (kanker darah putih).

Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi,karena dg bersyukur, maka “hati” ini menjadi BERGEMBIRA dan menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh utk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas.

Sumber: Buku “The Healing and Discovering the Power of the Water” by Dr. Masaru Emoto 
SEMOGA MANFAAT

Minggu, 21 November 2010

Gampang Lelah? Kenali 14 Penyebabnya!

Apakah akhir-akhir ini Anda cepat merasa capek atau lelah yang diselingi dengan menguap saat beraktivitas. Bisa jadi, rasa kantuk yang terjadi karena Anda tidak cukup tidur, kurang energi, atau bahkan merupakan tanda atau gejala penyakit, seperti anemia.

Waspadalah. Kenali penyebab rasa lelah dengan menyimak 14 poin berikut ini.  Temukan penyebabnya beserta kiat-kiat dalam mengatasinya :

1. Tidak Cukup Tidur
Umumnya orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam sehari untuk tidur. Apabila Anda mengantuk berat saat beraktivitas, bisa jadi karena kualitas dan kuantitas tidur Anda menurun. Hati-hati, karena kurang tidur bisa berakibat buruk pada kesehatan dan konsentrasi Anda.

Cara mengatasinya: buatlah prioritas waktu tidur dan jadwal teratur untuk tidur. Jauhkan laptop, ponsel, atau PDA ketika Anda tidur karena hal itu akan membantu mengurangi gangguan saat tidur.

2. "Sleep Apnea"
Beberapa orang berpikir bahwa mereka sudah cukup tidur. Namun, tak pernah berpikir kalau mereka mengalami sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitas napas dan terjadi berulang-ulang. Mungkin Anda tidak menyadarinya, tetapi setiap kali muncul gangguan ini kualitas tidur akan menurun. Hal ini menyebabkan Anda tetap merasa kurang tidur meski sudah menghabiskan waktu delapan jam untuk istirahat.

Sleep apnea juga berkaitan dengan berbagai penyakit, seperti hipertensi, gangguan jantung, diabetes, dan stroke. Sleep apnea terjadi akibat penyempitan saluran napas selama tidur. Akibatnya, pasokan oksigen akan berulang kali terhenti sepanjang malam.

Cara mengatasinya: kurangi berat badan bila anda kegemukkan, berhenti merokok, dan cobalah tidur menggunakan alat bantu yang disebut CPAP yang  menjaga Anda tetap bernapas sepanjang malam.

3. Kekurangan Energi
Makan yang terlalu sedikit menyebabkan tubuh kelelahan, tetapi menyantap makanan yang salah juga dapat menjadi masalah. Diet seimbang membantu menjaga kadar gula darah Anda dalam rentang normal dan mencegah rasa lelah ketika gula darah Anda menurun.

Cara mengatasinya: selalu sarapan setiap pagi dan mencoba menambahkan protein dan karbohidrat kompleks di setiap makanan. Misalnya, makan telur dengan roti gandum. Anda juga dapat mengonsumsi makanan selingan untuk menjaga energi sepanjang hari.

4. Anemia
Anemia merupakan penyebab utama kelelahan pada wanita. Mengeluarkan darah selama menstruasi dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Sel-sel darah merah sangat diperlukan tubuh karena mereka membawa oksigen ke jaringan dan organ.

Cara mengatasinya: anemia biasa disebabkan kurangnya zat besi. Ada baiknya Anda mengakali dengan minum suplemen zat besi dan makan makanan yang kaya zat besi, seperti daging, hati, kerang, kacang-kacangan, dan sereal yang diperkaya zat besi.

5. Depresi
Anda mungkin berpikir depresi hanyalah gangguan emosi. Namun, ternyata hal ini juga berhubungan dengan gejala fisik. Salah satu gejala fisik yang paling umum adalah kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Jika Anda tetap merasa lelah dan murung selama lebih dari dua minggu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. 

Cara mengatasinya: depresi dapat diatasi melalui psikoterapi dan pengobatan secara medis.

6. Hypothyroidism
Tiroid adalah kelenjar kecil di pangkal leher Anda. Organ ini berfungsi mengendalikan metabolisme tubuh dan mengatur kecepatan tubuh mengubah makanan menjadi energi. Ketika kelenjar ini tidak berfungsi dengan baik dan fungsi-fungsi metabolisme dalam tubuh berjalan lambat, Anda mungkin merasa lemas dan bertambah gemuk.

Cara mengatasinya: apabila tes darah menunjukkan hormon tiroid Anda sedang rendah, dokter akan meresepkan hormon sintetis untuk mengembalikan kinerja tubuh Anda.

7. Kebanyakan Menenggak kafein
Mengonsumsi kafein dalam dosis wajar dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun, terlalu banyak kafein dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan kejang. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi kafein terlalu banyak juga dapat menyebabkan kelelahan pada beberapa orang.

Cara mengatasinya: secara bertahap kurangi konsumsi kopi, teh, cokelat, minuman ringan, dan setiap obat yang mengandung kafein. Menghentikan secara tiba-tiba dapat menyebabkan penarikan kafein dan kelelahan berlebihan.

8.  Infeksi Saluran Kemih
Jika pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK), Anda mungkin mengalami rasa sakit seperti terbakar. Namun, infeksi ini tak selalu ditunjukkan dengan gejala tersebut. Dalam beberapa kasus, kelelahan mungkin satu-satunya tanda Anda terkena ISK. Anda dapat melakukan tes urine untuk memastikan ISK.

Cara mengatasinya: periksa ke dokter. Obat-obat jenis antibiotik dapat diresepkan untuk mengatasi ISK dan kelelahan biasanya akan hilang setelah sekitar seminggu.

9. Diabetes
Penderita diabetes umumnya memiliki kadar gula darah tinggi, tetapi gula darah ini tetap berada dalam aliran darah dan tidak masuk ke dalam sel-sel sehingga tidak dapat diubah menjadi energi.

Alhasil, tubuh bisa kehabisan energi meskipun Anda cukup makan. Jika Anda sering mengalami kelelahan tanpa sebab, minta dokter Anda untuk melakukan tes diabetes.

Cara mengatasinya: pengobatan diabetes dengan cara mengubah gaya hidup, seperti diet dan olahraga, terapi insulin dan obat-obatan dapat membantu tubuh dalam memproses gula.

10. Dehidrasi
Kelelahan bisa jadi tanda Anda terkena dehidrasi. Meskipun Anda bekerja di luar atau berkutat di atas meja, tubuh tetap membutuhkan air untuk bekerja dengan baik dan tetap tenang. Tanda-tanda orang dehidrasi ialah Anda mengalami kehausan.

Cara mengatasinya: minumlah air sepanjang hari sehingga urine Anda bewarna terang. Minimal dua gelas air setiap satu jam atau mengonsumsi air lebih banyak sebelum melakukan aktivitas fisik yang sudah direncanakan. Kemudian, lanjutkan latihan Anda lalu minumlah dua gelas lagi.

11. Penyakit Jantung
Ketika Anda merasa kelelahan akibat kegiatan rutin, seperti membersihkan rumah atau menyiangi halaman, bisa jadi itu pertanda jantung tidak bekerja dengan baik. Jika ternyata kegiatan sehari-hari yang mudah pun semakin sulit untuk dilakukan, segeralah berkonsultasi kepada dokter.

Cara mengatasinya: mengubah gaya hidup, menjalani pengobatan, dan ikutilah prosedur dari terapi yang Anda jalankan untuk membuat jantung Anda pada kondisi lebih baik sekaligus mengembalikan energi Anda.

12. Kerja "Shift"
Bekerja malam atau melakukan kerja shift dapat mengganggu jam tidur Anda. Anda mungkin merasa lelah ketika harus terjaga. Dan, Anda mungkin mengalami kesulitan tidur di siang hari.

Cara mengatasinya: batasi aktivitas pada siang hari ketika Anda perlu istirahat. Ciptakanlah suasana kamar tidur menjadi gelap, tenang, dan sejuk.

13. Alergi Makanan
Beberapa dokter percaya ketidaksadaran akan alergi pada jenis makanan tertentu dapat membuat Anda mengantuk. Jika intensitas kelelahan meningkat setelah makan, mungkin anda harus memerhatikan jenis makanan yang mungkin tak menyebabkan Anda gatal-gatal, tetapi cukup membuat Anda mengantuk.

Cara mengatasinya: cobalah untuk berhenti menyantap salah satu jenis makanan untuk melihat apakah itu berkorelasi meningkatkan kelelahan pada diri Anda. Anda juga dapat meminta dokter untuk melakukan tes alergi makanan.

14. Fibromyalgia dan CFS
Jika kelelahan Anda berlangsung lebih dari enam bulan dan sangat parah sehingga Anda tidak dapat mengatur kegiatan sehari-hari, sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome/CFS) atau fibromyalgia adalah suatu kemungkinan. Keduanya dapat memiliki berbagai gejala, salah satu yang utama adalah kelelahan.

Cara mengatasinya: meski tidak ada penyembuhan cepat untuk CFS atau fibromyalgia, penderita justru mendapat keuntungan dari perubahan jadwal harian, yaitu belajar memperbaiki kebiasaan tidur menjadi lebih baik dan memulai  program latihan yang ringan.

Kiat Mengurangi Kelelahan

Jika Anda merasa lelah, tetapi tidak ada hubungannya dengan kondisi medis, mungkin salah satu solusinya adalah olahraga. Penelitian menunjukkan, orang dewasa sehat tetapi kerap merasa lelah bisa memperoleh tambahan energi signifikan dari program latihan sederhana.

Dalam sebuah penelitian, peserta mengendarai sepeda statis selama 20 menit dengan kecepatan ringan. Melakukan jenis latihan ini selama tiga kali seminggu sudah cukup untuk mengobati kelelahan

sumber: kompas.com

Artikel Terkait:
BIOFirion®: Mengurangi kelelahan dan Meningkatkan daya tahan tubuh
Hj Awik Sambada: Saya Merasa kembali Fit, Sehat dan Penuh Semangat
LilisYundari : Mudah Capek dan Tekanan Darah Tinggi

Sabtu, 20 November 2010

8 Makanan Peredam Stress

8 Makanan Peredam Stress

Sering merasa jenuh? Atau pikiran yang bertumpuk setelah lima hari bekerja? Saat nya manjaklan diri Anda di akhir pekan ini. Cobalah dengan makanan-makanan ini untuk membantu tubuh dan pikiran Anda lebih santai di awal minggu besok.

Pekerjaan yang numpuk, jalanan Jakarta yang macet, menjadi pemicu tubuh mengalami stress. Kadang istirahat saja tidaklah cukup, cobalah untuk memberikan otak makanan yang bisa membuatnya lebih santai dan rileks. Beberapa jenis makanan berikut bisa dicoba akhir pekan ini. Anda tidak perlu takut akan kelebihan calori saat memakannya, karena kedelapan jenis makanan ini cukup sehat dikonsumsi sering.

Yoghurt
Yoghurt dingin enak sekali disantap saat cuaca sedikit panas seperti siang hari ini. Tidak hanya membantu melancarkan pencernaan, yoghurt juga bisa meningkatkan kandungan serotonin dalam otak yang bisa menurunkan tingkat stress, dan juga membuat Anda merasa tenang. Cobalah dengan yoghurt berbagai rasa agar tidak bosan.

Cokelat

Siapa yang tidak suka dengan cokelat? Hampir semua orang menyukainya. Seperti halnya yoghurt, cokelat juga bisa meningkatkan serotonin dalam otak. Sehingga menimbulkan perasaan bahagia sesudah memakannya. Cokelat juga bisa membantu Anda meningkat kan gairah bercinta, karena kandungan phenethylamine yang membuat Anda selalu merasa sedang jatuh cinta.

Almond
Almond mengandung vitamin B2, vitamin E, magnesium, dan seng. Vitamin B dan magnesium terlibat dalam produksi serotonin, yang membantu mengatur suasana hati dan mengurangi stress. Zinc perkelahian beberapa efek negatif dari stress, sedangkan vitamin E adalah antioksidan yang menghancurkan radikal bebas yang berkaitan dengan penyakit stress dan jantung.

Teh Herbal
Teh hitam atau teh herbal tidak hanya membantu menurunkan jumlah kalori tapi pada saat yang sama juga membantu perbaiki suasana hati Anda. Seperti teh camomile, teh hijau, teh dengan ras abuah bisa menenangkan pikiran Anda.

Ikan

Ikan adalah sumber asam lemak omega-3, selain itu kandungan vitamin B12 dan B6 juga cukup banyak. Kekurangan vitamin B12 ini bisa mengakibatkan perasaan stress dan juga depresi yang cukup tinggi.

Brokoli
Brokoli adalah salah satu sayuran super yang sangat baik untuk tubuh. Mengandung kadar antioksidan yang cukup tinggi dan juga asam folat dan vitamin B. Asam folat membantu menghilangkan stress, mengurangi rasa cemas, hingga depresi. Kandungan serat alaminya juga membantu sistem pencernaan tubuh Anda.

Buah
Buah-buahan mengandung rasa gula alami, yang jika dikonsumsi dalam jumlah besar pun tidak terlalu mempengaruhi kadar gula tubuh Anda. Untu mengurangi rasa stress dan depresi, buah-buahan sepertijeruk dan juga buah tropis lainnya akan membantu meningkatkan energi Anda.

( eka / Odi ) 

sumber:  detikFood 
Penulis: Eka Septia Wulan

Artikel Terkait:
 Tabel Asam-Basa Makanan 
MENGAPA WANITA LEBIH SENSITIF PADA STRES 
BIOFirion® efektif dalam penyembuhan depresi kronis dan stre 

Sabtu, 03 Juli 2010

MENGAPA WANITA LEBIH SENSITIF PADA STRES

KOMPAS.com — Disadari atau tidak, bila menghadapi tekanan dan depresi, seorang wanita lebih sensitif dibanding para pria. Penelitian terbaru menunjukkan ada alasan biologi di balik semua itu.

Studi terbaru yang dilakukan pada mencit menunjukkan, wanita lebih sensitif pada level hormon stres yang rendah dan mampu beradaptasi dibanding pria. Karena mencit memiliki sistem saraf yang sama dengan manusia, studi pada mencit ini memiliki implikasi pada manusia, meski stres pada manusia lebih kompleks.

Perempuan memang lebih rentan terkena depresi, gangguan stres pascatrauma, dan gangguan kecemasan. Tidak tanggung-tanggung, kejadiannya dua kali lebih banyak dibanding pria. Namun, selama ini belum diketahui mekanisme biologi yang menjadi penyebabnya.

Dalam risetnya, Rita Valentino, ilmuwan dari Childrens Hospital of Philadelphia, memfokuskan pada pelepasan hormon corticotropin (CRF), yang dilepaskan otak untuk merespons stres, baik pada manusia maupun mencit.

CRF merupakan neurotransmiter, yang membantu komunikasi sinyal antarsel saraf. Beberapa sel saraf mengirimkan sinyal CRF dan beberapa mengandung reseptor untuk menerimanya.

Pada mencit betina, saraf yang memiliki reseptor CRF mengikat lebih kuat pada hormon dan tentu lebih responsif dibanding pada mencit jantan.

Selain itu, setelah mendapatkan stres, mencit jantan memiliki respons adaptif, yang disebut internalisasi, di bagian otak. Sel tersebut akan mengurangi jumlah reseptor CRF sehingga kurang responsif pada hormon stres. Pada mencit betina, mekanisme adaptasi seperti itu tidak tampak.

"Ini memang studi pada hewan dan tidak bisa dipastikan mekanisme biologinya sama dengan manusia," kata Valentino. Akan tetapi, dengan diketahuinya mekanisme CRF dalam stres yang terkait gangguan psikiatri, hal ini mungkin relevan untuk mengetahui biologi manusia, tambahnya.
Sumber: Kompas.com, Juni 2010
Penulis: AN