Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2016

Dabetes Mellitus? Dibekam saja | Cara Mengobati Diabetes Alami

Diabetes mellitus (DM) atau yang lebih umum dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi ancaman menakutkan bagi manusia. Bahkan telah menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan juga di dunia.

Sebagian kalangan menyatakan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan tapi hanya bisa dikontrol kadar gula darahnya agar selalu dalam keadaan seimbang, yaitu dengan terapi obat-obatan penurun gula darah secara kontinyu disertai diet yang benar. Benarkah penyakit ini tidak bisa disembuhkan? Adakah cara lain untuk mengontrol gula darah?

Dalam musnad Imam Ahmad disebutkan hadist dari Ziyad bin Ilaqah, dari Usamah bin Syuraik diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Suatu saat aku sedang bersama Nabi SAW, tiba-tiba datanglah beberapa lelaki badui. Mereka bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah kami boleh berobat?”
Beliau menjawab,”Betul hai para hamba Allah, berobatlah! Karena setiap kali Allah menciptakan penyakit, pasti Allah juga meniptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja.” Mereka bertanya,”Penyakit apa itu wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab,”Lanjut usia.” Dalam lafazh lain disebutkan,”Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya.”
(dikeluarkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan derajat hasan shahih. Juga oleh An-Nasa’I, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dengan derajat shahih).

Maka tidak ada yang tidak mungkin bahwa penyakit separah apapun, akan bisa disembuhkan atas ijin Allah SWT.

PENYAKIT DIABETES PADA ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW

Apakah diabetes sudah ada pada zaman nabi Muhammad SAW? Hal ini berdasarkan literatur sejarah, bahwa pada tahun 1552 sebelum masehi, di Mesir dikenal penyakit yang ditandai dengan sering kencing dengan jumlah yang banyak (yang disebut poliuria) dan penurunan berat badan yang cepat tanpa disertai rasa nyeri.

Kemudian pada tahun 400 sebelum masehi, penulis India, Susrhata menamakan penyakit tersebut dengan penyakit “kencing madu”.

Dari fakta sejarah tersebut maka bisa disimpulkan bahwa diabetes sudah ada pada jaman nabi Muhammad SAW, berdasarkan dimulainya kalender hijriah sekitar 500 tahunan setelah tahun masehi dimulai. Wallahu a’lam bishawab.

Namun islam dengan syari’at yang sempurna ini telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyakit diabetes melaui sabda nabi Muhammad SAW, ”tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah sesorang itu mengkonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi 1/3 perutnya dengan makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 sisanya untuk nafasnya”
(shahih At-Tirmidzi).
Karena faktor pola makan menjadi salah satu pemicu utama diabetes.

SOLUSI SELAIN OBAT

Ada beberapa solusi mengatasi diabetes tanpa obat kimia sintetis, atau juga bisa digunakan sebagai terapi pendamping bersamaan dengan terapi obat-obatan (medika mentosa).
Salah satunya adalah HIJAMAH atau BEKAM.
Berdasarkan riset ilmiah, pengobatan sunnah ini sangat ampuh dalam mengontrol gula darah.

Berikut ini beberapa hasil laboratorium yang dikutip dari buku karya ilmuwan Arab yang terkemuka, Muhammad Amin Syaikhu, yang berjudul Ad-Dawa’u ‘Al-’Ajib (Obat Ajaib).
Dimana laporan ini dibuat oleh dokter-dokter spesialis terkenal dalam berbagai bidang kedokteran, yang kemudian dihimpun dan diteliti kembali secara medis oleh penulis dan seorang intelektual, ‘Abdul Qodir Yahya, yang terkenal dengan julukan Ad-Dironi.

Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam Tahun 2001 M, Dibawah konsultan dr. Muhammad Nabil Syarif (Mantan Dekan Fakultas Farmasi)

DIABETES MELLITUS, DIBEKAM SAJA..!!

Penelitian dilakukan oleh Tim Laboratorium yang terdiri dari beberapa ahli :
1. dr. Muhammad Nabil Syarif (Dekan Fakultas Farmasi)
2. dr. Ahmad Samir Fauri (Ahli Patologi Klinik dan Laboratorium dari Prancis dan Ketua Ikatan Apoteker Syiria)
3. dr. Fayiz Hakim (Ahli Patologi Anatomi dan Patologi Klinis, Amerika)
4. dr. Muhammad Mahjub Geraudy (Ketua Jurusan Laboratorium Kedokteran Universitas Damaskus)
5. dr. Muhammad Fuad Jabashini (Ahli Patologi Klinis dan Laboratorium Prancis)
6. dr. Sa’d Yaqub (Ahli Farmasi Rumah Sakit dan Ketua Organisasi Pengiriman Obat D.D.S dari Prancis)

Juga tim kedokteran yang terdiri dari beberapa personal sebagai berikut :
1. dr. Ahmad Tikriti (Dosen Ahli Bedah Jantung, Universitas Damaskus)
2. dr. Abdul Malik Syalani (Dosen Penyakit Saraf, Universitas Damaskus)
3. dr. Muhyidin Sa’udi (Dosen Pengobatan Kanker dan Tumor, Universitas Damaskus)
4. dr. Abdul Ghoni ‘Arofah (Ketua Komite Anti TBC dan Penyakit Seksual Syiria)
5. dr. Akrom Hajar (Dosen Penyakit THT serta Bedah Kepala dan Leher, Universitas Damaskus)
6. dr. Marwan Zahro (Kepala Jurusan Bedah Saraf, Rumah Sakit Tasyrin)
7. dr. Abdul Lathif Yasin (Dosen Tamu Fakultas Kebidanan London)
8. dr. Haitsam Habal (Dosen Penyakit dan Bedah Mata Universitas Damaskus)
9. dr. Ahmad Afif Faur (Kepala Bagian Tumor Rumah Sakit Ibnu Rusyd)
10. dr. Amin Sulaiman (Dosen Hematologi Universitas Damaskus)
11. dr. Abdulloh Makki Al-Katani (Konsultan Bedah Umum dari Jerman)
12. dr. Tholal Habusy (Dosen Bedah Mata Universitas Al-Ba’ts)
13. dr. Ahmad Ghiyats Jabqoji (Dosen Penyakit Saraf Universitas Istambul)

Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi ilmiah yang disimpulkan oleh intelektual besar Arab, Muhammad Amin Syaikhu, dari hadits-hadist Nabi yang mulia, yang dilakukan dengan kriteria :
• Pagi hari sebelum seseorang mengkonsumsi makanan apapun.
• Di musim semi dan selama bulan april dan Mei
• Pada paruh kedua bulan Qomariah
• Usia di atas 20 tahun untuk pria dan setelah menopause untuk wanita

Banyak sekali hasil riset yang mengejutkan, dan salah satu hasil riset tersebut yang berhubungan dengan penyakit diabetes menunjukkan bahwa kadar gula darah pada 83,75% kasus turun, sedangkan sisanya tetap pada batas wajar. Kadar gula darah turun pada para pengidap kencing manis dalam 92,5% kasus. SUBHANALLAH!

RESEP TITIK BEKAM

Resep titik bekam untuk terapi diabetes sangatlah beragam berdasarkan hasil ijtihad masing-masing ahli bekam.
Tidak ada yang salah dari resep titik yang beliau-beliau hasilkan karena resep tersebut muncul pasti dengan berlandaskan ilmu, pengalaman, dan dasar hukum masing-masing, yang tentunya disertai dengan mohon petunjuk kepada Allah SWT.
Karena seorang hamba, siapapun itu akan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya yakni tanggung jawab di dunia dan akhirat. Kami tidak membuat resep baru dalam tulisan ini, namun berdasarkan kajian dan pengalaman yang pernah dilakukan pada praktek di lapangan, maka kami sangat menganjurkan aplikasi titik weiwanxiashu Ex-B 3 (extra back point number 3) untuk penanganan diabetes.

Ini adalah titik akupunktur yang telah terbukti secara empiris memiliki pengaruh signifikan dalam menormalkan kadar gula darah. Walaupun titik akupunktur, titik ini sangat memungkinkan untuk dilakukan pembekaman.
Karena sudah lazim kalau titik akupuktur dimanfaatkan sebagai titik pelengkap selain titik sunnah oleh para ahli bekam.
Hasil terapi yang memuaskan insya Allah akan didapat jika dilakukan dengan penerapan standar tata laksana terapi yang baik dan benar.

Berikut ini adalah profil titik tersebut :
• Nama titik : weiwanxiashu Ex-B 3 (Extra-Back 3)
• Lokasi : pada punggung, di bawah prosessus spinosus vertebrae torachalis VIII, 1,5 cun lateral dari garis tengah posterior.
• Aksi : menguatkan limpa dan mengharmoniskan lambung
• Indikasi : diabetes, masalah lambung, nyeri abdomen, mual, intercostal neuralgia

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
Ada beberapa kaidah dan metode terapi yang harus diperhatikan dengan benar agar proses terapi berjalan dengan aman dan terasa manfaatnya, seperti yang tertera di bawah ini:
1. Titik ini bisa diaplikasikan sebagai resep titik tunggal atau sebagai titik pelengkap dari beberapa resep titik yang telah ada atau berdasarkan kondisi tertentu.
2. Hati-hati aplikasi titik ini pada penderita diabetes dengan komplikasi, seperti: hipoglikemi, stroke, hipertensi, gangren, neuropatik diabetes, dan sebagainya. Kecuali dengan tatalaksana yang baik dan benar.
3. Harus diperhatikan dengan benar tentang sterilisasi dan teknik penyayatan, mengingat penderita diabetes sangat rawan dengan luka.
4. Perlu ada metode tertentu untuk pembekaman pada penyakit yang bersifat dingin. Misalkan dengan herbs cupping (penggunaan herbal pada pembekaman) dan metode penunjang lainnya.
5. Perlu adanya sinergi perawatan/rujukan kepada/dengan metode kedokteran modern pada kondisi tertentu.
6. Perlu adanya aplikasi palpasi titik bekam sebagai data pelengkap untuk menentukan prinsip terapi, cara terapi, manipulasi, dan prognosa.
7. Ketepatan manipulasi pembekaman menentukan efek terapi.

Semoga pemaparan yang singkat ini bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat, setidaknya membuka wacana dalam pengembangan bekam (khususnya dalam kasus diabetes) sebagai syi’ar sunnah nabi Muhammad SAW, sehingga dapat dinikmati manfaatnya oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang apapun, sebagai tanda bahwa islam adalah rahmat bagi seluruh alam, karena bekam bukan hanya untuk muslim, tapi merupakan solusi untuk semua umat manusia. Wallahu a’lam bishawab. Seperti halnya pengalaman kami, tidak sedikit non-muslim yang rutin berbekam di tempat praktek kami. Bahkan, ada yang rutin mengkonsumsi air zam-zam dan minyak zaitun secara kontinyu. Subhanallah! Jika kemujaraban bekam telah terbukti secara ilmiah berdasarkan petunjuk yang nyata, masihkah kita menutup diri?
(dari berbagai sumber)
See Translation

Senin, 01 Februari 2016

KHT: Kuliah Herba Thibbunnabawi

KHT ( KuliahHerba Thibbunnabawi)

**Program Unggulan untuk mewujudkan "1 RUMAH 1 DOKTER" dan "1 RUMAH 1 PENGUSAHA" berbasis Kesehatan ala Nabi, mewujudkan Keluarga Sehat Alami danIslami untuk Indonesia  Sehat, Cerdas danMandiri.**

Info & Pendaftaran: WhatsApp 085828071969, BB: 27a87d4f

MATERI :

  1. Kedokteran Islam  dan Halal Haram dalam Pengobatan
  2. Herbalogi
  3. Fisiodiagnosa Dasar (Analisa Telapak Tangan)
  4. Fitoterapy I
  5. Fisiodiagnosa Lanjutan
  6. Detoksifikasi & Sistem Pencernaan
  7. Sistem Urinari
  8. Sistem Pernafasan
  9. Sistem Peredaran Darah
  10. Fitoterapy II
  11. Sistem Lymfatik
  12. Hijamah/ Bekam dan Penerapannya (Teknik Bekam yang Benar)

Dapatkan materi DAHSYAT dengan output sebagai

  • Konsultan Kesehatan Holistik
  • Owner Halalmart (Apotik Herba)
  • Owner RSH (Rumah Sehat Herba)
  • Praktisi Thibbunnabawi
  • Dosen Pengajar KHT

Ikuti KHT Angkatan 2 Tingkat dasar :

Info & Pendaftaran: WhatsApp 085828071969, BB: 27a87d4f 

Tanggal : Sabtu dan Ahad, 13 $ 14 Februari 2016
Tempat : Griya Sehat "Izzaty"
                 Jl. hasyim Asy'ari No 21, Kauman, Solo
                 (Utara Masjid Agung Surakarta)
Waktu : 08:00 s/d Selesai
Investasi : Rp 750rb
(Promo Rp 500rb, khusus untuk 20 pendaftar pertama)

Fasilitas Full:

  • Ilmu
  • KRS (Kartu Rencana Studi)
  • Buku Panduan 12 Diktat
  • Buku Panduan Herba
  • Buku Panduan Sukses
  • Vital Sign KHT
  • Sertifikat KHT
  • Praktek Terapi
  • Free Konsultasi dan Pendampingan Pasca KHT 
  • Penginapam
  • Makan & Snack

Info & Pendaftaran: WhatsApp 085828071969, BB: 27a87d4f

Senin, 14 Desember 2015

Super Green Food Makanan Sehat Sel Tubuh Anda



Supergreen Food (SGF) adalah makanan suplemen dalam bentuk tablet yang sangat padat gizi dan non gizi bermanfaat, yang merupakan kombinasi luar biasa antara spesies terbaik Alga Chlorella (Chlorella Sorokiniana) dan Spirulina (Spirulina Plantesis). Kedua jenis alga ini oleh pakar kesehatan dan nutrisi dijuluki sebagai Superfood, karena tidak ditemukan bahan alami lain yang menyaingi kandungan zat gizi dan nongizi bermanfaat yang ada didalamnya.

Supergreen Food kaya akan zat gizi seperti protein, vitamin, mineral dan asam nukleat yang sinergis, membuat kekuatan manfaatnya menjadi berlipat ganda dibandingkan jika hanya mengkonsumsi Chlorella dan Spirulina saja, atau bahkan dibandingkan dengan mengkonsumsi kedua-duanya.

Mengapa Harus Kombinasi Chlorella dan Spirulina ?

Mike Adam, Nutrisionist ternama yang telah belasan tahun menerapkan terapi suplemen, juice dan herbal dalam bukunya menyebut Chlorella dan Spirulina sebagai SUPERFOOD, kedua alga ini mempunyai kandungan gizi yang sempurna dan juga kaya dengan berbagai zat fitokimia bermanfaat. Dia menyarankan agar kedua alga ini dikonsumsi bersamaan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Alasan SPIRULINA Dan CHLORELLA Dinyatakan Sebagai "SUPERFOOD" :

  1. Spirulina lebih dari sekedar superfood yang dapat membantu mencegah penyakit dan juga sebagai solusi untuk mengatasi masalah malnutrisi.
  2. Spirulina dan Chlorella adalah “Makanan Yang Sempurna”.
  3. Spirulina dan Chlorella mengandung semua jenis vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh secara alami dan seimbang sehingga tubuh mampu menyerapnya dengan baik.
  4. Suplemen vitamin biasa tidak bisa dibandingkan dengan mikro alga ini yang sudah dinyatakan sebagai nutrisi yang unggul.
  5. Protein pada spirulina merupakan protein yang lengkap karena mengandung kedelapan asam amino essensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh.
  6. Spirulina dan Chlorella tergolong makanan yang bersifat basa yang dapat membantu menyeimbangkan pH cairan tubuh jika dalam keadaan asam.
  7. Spirulina dan Chlorella adalah “Superfood” bukan obat bukan juga bahan kimia, mereka adalah makanan. Kita dapat mengkonsumsinya seperti bahan makanan lain (salad atau steak) hingga ratusan gram/hari.
  8. Chlorella dan spirulina mempunyai manfaat yang luas bagi kesehatan dan saling melengkapi.
  9. Chlorella adalah makanan yang kaya akan fitokimia, banyak yang sudah diketahui dan masih banyak yang belum. Sekelompok elemen disebut sebagai Chlorella Growth Factor atau CGF yang mempunyai kemampuan mempercepat regenerasi sel untuk mendukung pemulihan kesehatan.
  10. Spirulina kaya akan pigmen biru pikosianin, biliprotein yang mampu menekan kanker.
  11. Chlorella merupakan sumber klorofil terbaik dan tertinggi.
  12. Zat anti kanker pada chlorella dan spirulina sangat luar biasa. Makanan ini bekerja dengan banyak tingkatan dan jauh lebih baik dari fitokimia tumbuhan lain yang telah diteliti.
  13. Secara keseluruhan zat anti kanker yang ada pada chlorella dan spirulina membuat makanan super ini mutlak dibutuhkan sebagai suplemen harian bagi setiap orang untuk memerangi kanker atau yang beresiko terhadap kanker.

Kandungan Super Green Food (SGF)

SPIRULINA PLATENSIS & CHLORELLA SOROKINIANA, PPARs, CGF, PHYCOCIANIN DAN POLYFENOL
1. Chlorella Sorokiniana dan Spirulina Platensis

Chlorella dan Spirulina oleh pakar kesehatan dan nutrisi dijuluki SUPERFOOD, karena belum ditemukan bahan alami di alam ini yang yang dapat menyaingi kandungan zat gizi dan non gizi bermanfaat yang terdapat dalam kedua alga ini.

Riset seputar Spirulina
  • Diperkenalkan secara resmi tahun 1973 dalam pertemuan ilmiah nternasional tentang mikroorganisme penghasil protein tinggi.
  • Meraih predikat sebagai makanan terbaik untuk masa depan dari FAO.
  • Diperkenalkan sebagai nutrisi tambahan terbaik oleh FDA Amerika Serikat.
  • Memenangkan penghargaan “Makanan Alami Terbaik” pada, Expo Makanan Internasional Jerman Barat pada tahun 1983.
  • Mampu meningkatkan dan memperbaiki fungsi sel beta untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh.
  • Pemerintah Rusia mengumumkan sebagai anti radioaktif tahun 1984.
  • Pusat Kanker Amerika menyatakan mengandung sulfolipids anti HIV.
  • Berkali lipat khasiat sayuran dan 100% berkhasiat basa.
  • Studi yang dilakukan oleh Sevulla pada tahun 1995 menunjukkan adanya peningkatan nilai akademik sebanyak 81% dari anak- anak yang mengkonsumsi satu gram spirulina setiap hari selama enam bulan.
Riset seputar Chlorella
  • Berkemampuan tinggi dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Membawa dan membersihkan zat kimia serta logam berat dalam darah.
  • Mampu meningkatkan sel darah merah yang menurun pada penderita kanker.
  • Ampuh sebagai interferon yang berguna sebagai pelawan virus.
  • Mampu meningkatkan sel darah merah, sel darah putih, kepingan darah dan albumin (Jepang, 1992).
  • Konsumsi 20 gr Chlorella pada pasien Glioblastoma (tumor otak paling agresif) meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan dengan cepat serta terjadi 40 % peningkatan peluang hidup selama 2 tahun studi lanjutan.
2. PPARs (Peroxisome Proliferators Activated Receptors)
PPARs merupakan senyawa yang secara alami diproduksi oleh tubuh yang sangat berpengaruh dalam proses metabolisme karbohidrat, lemak dan protein dalam tubuh. bila tubuh manusia diibaratkan sebagai mesin, PPARs identik dengan saklar mesin ini. tanpa PPARs banyak sekali sel-sel dalam tubuh yang akan tidur dan tidak bekerja. Seiring bertambahnya usia maka jumlah PPARs di dalam tubuh akan semakin berkurang, sehingga harus mendaparkan asupan dari luar tubuh. PPARs merupakan komponen utama dalam alga Chlorella sorokiniana, sedang dalam chlorella biasa atau alga lain (seperti Spirulina) sangat kecil kandungan PPARs nya.

Manfaat PPARs :
  • Berperan penting dalam proses proliferasi sel (perkembangbiakan dan pembelahan sel).
  • Anti Peradangan.
  • Pendongkrak sistem imun (merangsang produksi sel T).
  • Pengenal sel kanker dan menghambat diferensiasinya/ melemahkan sel kanker.
  • PPARs ada dalam 3 bentuk, yaitu alfa, beta, dan gamma (Lee et all, 2003). PPARs-alfa melindungi organ hati, ginjal dan jantung. PPARs-γ melindungi usus, limpa dan pankreas. Sedangkan PPARs-beta melindungi jaringan adiposa, otak dan kulit.
  • PPARs-gamma dan PPARs-alfa efektif meningkatkan sensitivitas insulin (untuk terapi diabetes) dan membantu menurunkan kadar lemak, kolesterol dan tekanan darah.
  • PPARs berperan dalam mengatur kestabilan kerja sistem internal tubuh.
  • Memasukan asam amino-asam amino penting (esensial) ke dalam sel.
  • Mengaktifkan mekanisme detoks sel.
  • Berperan dalam produksi cairan asam empedu dan protein.
3. Chlorella Growth Factor (CGF)

Adalah kompleks nukleotida-peptida yang didapatkan dari ekstrak panas chlorella yang memiliki kemampuan menstimulasi pembentukan jaringan. CGF terdapat dalam Chlorella sorokiniana dalam kadar yang tinggi dibandingkan pada jenis Chlorella biasa.

Manfaat  CGF:
  • Mempercepat regenerasi sel sehingga mempercepat pemulihan penyakit. Setiap sel dari Chlorella sorokiniana ini dalam 20 jam sudah membelah menjadi 4 sel, sementara alga lain baru membelah menjadi 2 sel.
  • Memperbaiki fungsi DNA/RNA yang bertanggung jawab dalam produksi protein, enzim dan energi pada tingkat sel.
  • Meningkatkan pertumbuhan pada anak-anak tanpa memberikan efek negative sekalipun.
  • Memberikan perlindungan kepada sel terhadap toksin.
  • Memperbaiki jaringan dan merangsang regenerasi sel.
  • Membantu pertumbuhan bakteri baik di usus.
  • Menstimulasi proses pembentukan darah (hematopoiesis).
4. Phycocianin

Salah satu nutrient tanaman (fitonutrient) yang terkandung dalam ganggang hijau biru.

Manfaat  Phycocyanin:
  • Berperan sebagai antivirus yang ampuh mencegah serangan kanker dengan mekanisme mengatasi serangan sel kanker secara apoptosis (phycocianin memberikan ‘pisau tajam’ kepada sel kanker agar digunakan untuk bunuh diri).
  • Meningkatkan sistem imunitas tubuh melalui peningkatan aktivitas limfosit.
  • Mengatur produksi sel darah putih bahkan walaupun sel batang tulang belakang keracunan karena kimia atau radiasi.
  • Mampu memelihara dan mempercepat fungsi sel secara normal dan menghambat pertumbuhan sel yang sakit berulang.
5. Polyfenol

Polyfenol merupakan senyawa yang ditemukan dalam tumbuhan dan tinggi kadarnya terutama dalam sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Keuntungan utama polifenol adalah efek melindungi terhadap berbagai penyakit seperti kanker dan penyakit kardiovaskular. Polifenol membantu melawan pembentukan radikal bebas dalam tubuh dan karenanya memperlambat penuaan sel.

Manfaat Plyfenol:
  • Senyawa yang bersifat antioksidan alami yang kuat.
  • Bersama-sama Pikosianin dan PPARs, secara sinergis sangat efektif mencegah kanker, mencegah oksidasi kolesterol dan LDL yang bertanggung jawab terhadap penyumbatan pembuluh darah (penyebab jantung koroner dan stroke), mencegah Alzheimer dan memperlambat penuaan dini.
  • Mencegah proses inflamasi dan peradangan di tubuh.
  • Menghambat penyerapan kolestrol didalam usus halus.
  • Berkhasiat sebagai anti virus dan imunomodulator.
6.  Klorofil
Fungsi Klorofil
  • Mengontrol kadar Hb darah.
  • Meningkatkan kapasitas darah mengangkut oksigen.
  • Membantu detoksifikasi tubuh, termasuk, ogan berat.
  • Melindungi tubuh dari zat karsinogen.
  • Membantu tubuh melawan infeksi.
  • Untuk kesehatan saluran pencernaan.





Kamis, 02 Februari 2012

Diet Sehat ala Rasulullah

Khalifah Ar Rasyid mempunyai seorang dokter beragama Nasrani yang pernah berkata pada Ali bin Husain.”Dalam kitab kalian tidak terdapat ilmu kedokteran. Padahal ilmu itu ada dua, yaitu ilmu agama dan ilmu tubuh.”
Ali bin Husain menjawab, “Allah telah menghimpun ilmu kedokteran hanya dalam setengah ayat dari kitab kami.” Sang dokter bertanya,”Apakah itu?” Ali menjawab, ”Makanlah dan minumlah kalian, tapi jangan berlebihan…!”(QS Al A’raf:31)

Kemudian si dokter berkata lagi. “Rasul kalian tidak meninggalkan sedikitpun ilmu kedokteran?”
Ali bin Husain menjawab, “Rasulullah saw telah menghimpun ilmu kedokteran dalam ungkapannya yang sederhana, ‘lambung adalah gudang penyakit, dan diet adalah sumber obat. Berikanlah untuk setiap anggota sesuai dengan kebiasaannya (alamiahnya).”
Dan dokter Nsrani itu berkata lagi, “Sayangnya kitab dan nabi kalian tidak member peninggalan pada Jalinus.”(Jalinus adalah bapak farmasi)

Sungguh beruntung kaum muslimin, dimana Allah dan Rasul-Nya telah memberikan bimbingan dan contoh-contoh untuk diteladani umat muslim tentang makanan dan minuman yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi. Allah SWT melarang israf (berlebihan) dalam makan dan minum.
Dalam hadist riwayat Tarmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa diantara kalian mendapati pagi dalam keadaan sehat wal afiat pada tubuhnya, aman dalam perjalanannya dan memiliki makanan untuk hari yang akan dilaluinya, maka seakan-akan dunia ini menjadi miliknya.”


Pola Hidup Sehat Rasulullah

Prof. Dr Musthofa Romadhon memberikan beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah saw berdasarkan riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut:


  • Asupan awal ke tubuh Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Beliau bangun sebelum subuh danmelaksanakan shalat malam. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermamfaat untuk mengoptimalkan metabolism tubuh.
  • Di pagi hari, Rasulullah saw menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi.
  • Di pagi hari, Rasulullah saw membuka menu dengan segelas air dingin yang dicampur sesendok maduasli. Yang sangat baik untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
  • Ketika waktu dhuha, Rasulullah saw senantiasa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa’(matang). Sabda beliau,”Barangsiapa makan tujuh butir kurma, maka akan terlindung dari racun.”
  • Menjelang sore, menu Rasulullah saw biasanya adalah cuka dan minyak zaitun yang dimakan dengan roti. Ini bermamfaat untuk mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun  juga berfungsi mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
  • Malam harinya menu utama beliau adalah sayur-sayuran
  • Rasulullah saw tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktifitas terlebih dahulu, misalnya dengan shalat. Sabda Rasulullah saw,”Cairkan makanan kalian dengan berzikir kepada Allah swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.”(HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.ha)
  • Rasulullah saw sering menyempatkan waktu untuk berolahraga. Terkadang sambil bermain bersama anak dan cucu-cucunya.
  • Rasulullah saw tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi.

Setinggi apapun gizi suatu makanan, jika pola konsumsinya tidak teratur maka akan tetap berdampak buruk bagi kesehatan.
Sabda Rasulullah saw,”Tidaklah anak Adam memenuhi sesuatu yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam tersebut beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”(HR Turmudzi dan Al Hakim. Imam Arna’uth dan Imam Adz Dzahabi mansahihkan hadist ini).

Sumber: shooving.com

Kamis, 29 Desember 2011

Saya Memilih Sehat Dan Sembuh - Obat Bukan Solusi


Dr. Tan Shot Yen lahir di Beijing, 17 September 1964 dan dibesarkan di Jakarta. Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universistas Tarumanegara dan lulus Profesi Kedokteran Negara FKUI pada tahun 1991. Dokter Tan Shot Yen dikenal sebagai seorang dokter yang kritis dan sering diundang sebagai pembicara dan narasumber di berbagai seminar. Selain sebagai dokter, dia juga praktisi Braingym dan Quantum, serta Hypnoterapist.

Menurut Dr. Tan Shot Yen, "Kesalahan pasien dalam berobat hanyalah mencari tahu 'bagaimana'. Bagaimana caranya menurunkan tensi, menurunkan kadar gula, menguruskan badan, menghilangkan senewen atau sakit di jemari. Jika Anda Cuma tanya 'bagaimana', Anda akan jatuh menjadi sekadar konsumen. Pertanyaan terpenting adalah mengapa Anda sampai sakit?" urainya.

Wanita 45 tahun ini memang tak mau punya pasien yang yang mengharapkan pil atau tongkat ajaib untuk membereskan tubuhnya."Saya mau pasien yang taking ownership of their own body. Itu badan anda. Buat apa dokter yang sok tahu menyuruh ini-itu? Yang benar buat dokter belum tentu benar buat Anda." "Sampai kapan seseorang mau tergantung pada obat-obatan? Apakah setelah mengonsumsi obat dia benar-benar sembuh? Jawabannya tidak. Karena begitu obat berhenti, dia sakit lagi. Berapa banyak dokter hanya bertanya 'sakit apa' lalu berkata 'ini obatnya'? Dia tidak memberikan pendidikan atau menjelaskan asal usul penyakit. Pasien dalam hal ini mengamini saja, padahal pasien harusnya memahami perannya dalam menciptakan penyakitnya, " jelas dr. Tan.

Sakit adalah Introspeksi

"Sakit adalah introspeksi. Ketika sakit, saya berhenti dan menoleh ke belakang. Apa yang 'jalan' dan 'nggak jalan' selama ini? Nah, menjadi sembuh adalah keberhasilan introspeksi dan menemukan cara untuk lebih maju lagi. Dalam fase inilah sesungguhnya peran dokter sangat diperlukan untuk membimbing pasien menemukan kesembuhannya dan tidak hanya meninabobokan pasien dengan obat.

Menurut dr. Tan, kita memasuki era kebablasan mengonsumsi obat. Akhirnya, obat dijadikan demand. Setelah demand melambung tinggi, masyarakat digenjot untuk mendapatkan penghasilan lebih yang sebagian besar akhirnya berakhir di atas kertas resep (habis untuk menebus obat – obatan). Lihatlah berapa banyak orang yang harus berusaha mati-matian demi kep-erluan berobat salah satu anggota keluarga.

"Akibat perkembangan ilmu kedokteran – terutama setelah ditemukannya alat pacu dan cangkok jantung, tubuh manusia yang tadinya holistic lalu dipecah-pecah. Kalau kepala sakit yang diobati, ya kepala saja. Kita terlepas dari tubuh, emosi, dan kecerdasan spiritual. Tubuh manusia hanya jadi seperangkat mesin. Kalau ada yang salah, kita pergi ke bengkel. Dan, rumah sakitlah bengkel terbesarnya. Betul, badan manusia terlalu kompleks untuk dipegang satu ahli saja. Manusia boleh dipegang beberapa ahli, asal mereka sama-sama sadar bahwa manusia diciptakan Tuhan. Masalahnya, dokter punya arogansi profesi. Seorang dokter biasanya susah dibilangin dan selalu merasa benar," tuturnya lugas.

Inilah beberapa tips sehat ala Dokter Tan.

Semua karbohidrat buruk seperti gula dan turunannya, terigu, beras dan pati, akan cepat diubah menjadi gula dan masuk dalam peredaran darah. Kalau ini terjadi terus-menerus, efek lanjutannya adalah menurunnya daya tahan tubuh, kegemukan, kolesterol, diabetes, dan penyempitan pembuluh darah.

Sebagai ganti karbohidrat buruk, sayur mentah dan beberapa jenis buah bisa menjadi menu yang mengenyangkan dan menyehatkan. Dengan makan sayur mentah dan buah, dijamin enzim berguna masih hidup dan semua vitamin serta antioksidannya tidak hilang. Porsinya tentu harus memadai, misalnya untuk makan siang (dengan takaran satu dinner plate): 1 ikat selada segar, 1 bh timun, 1 bh tomat, 1 bh alpukat, dan 1 bh apel. Sayuran yang kita konsumsi sebaiknya tidak dimasak, karena manfaatnya sudah tidak ada lagi (nilai gizi sudah hilang).

BUAH YANG BAIK untuk dimakan antara lain: apel, alpukat, dan pir. Buah lain seperti durian, mangga, pepaya, dan pisang sebaiknya dihindari karena kandungan gulanya tinggi. Satu lagi, sebaiknya buah dimakan langsung dan tidak diolah terlebih dulu seperti misalnya dijus. Karena dengan dijus, terjadi pengrusakan serat, sehingga yang Anda asup hanya gulanya saja.

BAHAN MAKANAN sebaiknya tidak digoreng, karena bisa menjadi racun dan merusak organ tubuh. Usahakan makanan dikukus atau dibakar. Jika dibakar, jangan lupa dialasi daun.

PRODUK KEDELAI yang baik adalah tempe, oncom dan tauco. Sedangkan susu kedelai, kecap dan tahu kurang bagus, karena bisa menjadi pencetus kanker.

BUAH JERUK BAIK UNTUK TUBUH, karena mengandung anti-oksidan, tapi jangan dicampur dengan air hangat atau panas, karena bisa berubah menjadi racun.

HINDARI MENGONSUMSI MAKANAN YANG TELAH MELEWATI PENGAWETAN atau dalam kaleng, karena bisa sebagai pencetus penyakit.

JANGAN PERNAH MERASA TUA, karena bisa membuat seluruh tubuh kita terasa semakin tua. Usia boleh tua, tapi pikiran dan semangat kita harus tetap muda, supaya seluruh energi positif mengaliri seluruh tubuh kita.

JIKA ANDA MERASA SAKIT seperti flu, hipertensi, kolesterol dan lain-lain, coba instropeksi makanan atau minuman apa saja yang telah Anda konsumsi sebelumnya, lalu hindari. Jangan hanya minum obat, tapi makanan buruk yang Anda asup tidak berubah.

JANGAN TERPAKU PADA PEMIKIRAN BAHWA SEHAT HANYA DARI MAKANAN DAN OLAH RAGA SAJA. Sehat yang sebenarnya adalah sehat secara makanan, sehat secara fisik (olah raga yang benar), dan sehat secara pikiran dan iman.

sumber: bioactiva.co.id

Selasa, 20 Desember 2011

TUBUH, BUKAN MESIN YANG HIDUP!


Tubuh ini punya kita. Cintailah dan jangan “memasrahkannya” ke dokter, yang paling ahli sekalipun.

Lima tahun belakangan ini, ada sebuah ‘ritual’ di kamar praktek saya, yang bisa jadi belum pernah dilakukan dokter lain. Saya lebih suka menyebutnya sebagai ‘servis utama’ sebelum saya lakukan tindakan apa pun terhadap pasien. Semua pasien baru saya kumpulkan pada jam tertentu dan mulailah ‘servis utama’ yang saya maksud: ceramah kecil satu jam tentang arti tubuh manusia, mengapa jadi sakit, apa yang biasa dilakukan orang menghadapi tubuh yang sedang bertingkah itu, apa yang justru tidak biasa dilakukan dan…kaitannya dengan sikap-sikap prilaku manusia secara emosional maupun spiritual. Kelihatan ‘garing’? Aha. Nanti dulu.

Apa yang Anda lakukan ketika tekanan darah naik? Kolesterol ‘nanjak’? Gula darah melonjak? Kekentalan darah bertambah? Nyeri kepala tak kunjung reda? Asam urat bertambah parah? Anda pasti langsung mencari dokter dan obat manjur. Cara berpikir yang sama ketika anak menunjukkan gejala hampir tidak naik kelas. Cari guru les. Cari bala bantuan. Prinsipnya adalah menjawab pertanyaan “bagaimana caranya untuk….” Cara berpikir demikian timbul persis ketika prinsip-prinsip mekanika diterapkan dalam hampir semua aspek kehidupan manusia. Termasuk tubuh. Namun salah kaprah terjadi ketika penanganan terbatas hanya pada aspek mekanika tersebut. Tekanan darah naik, kolesterol menanjak, gula darah melonjak dan yang lainnya dilihat sebagai ‘sinyal alarm’ yang perlu segera ‘ditumpas’. Kita hanya khawatir dengan akibat kelanjutan dari alarm yang terus menyala itu. Di sinilah titik awal kesalahan besar. ‘Memadamkan alarm’ tidak berarti menyelesaikan masalah. Mengonsumsi obat-obatan sebagai pemadam alarm TANPA bertanya “MENGAPA ALARMNYA MENYALA?” sama halnya dengan menyediakan guru les paling handal bagi seorang anak yang terancam tinggal kelas, tapi setiap malamnya anak tersebut masih asyik bermain playstation di kamarnya hingga subuh.

Menjawab pertanyaan ‘mengapa’ tekanan darah naik atau kolesterol “nanjak” kadang tidak terlihat canggih. Tak ada solusi teknologi instrumentalis atau apa pun yang mendongkrak promosi industri farmasi. Namun pasien mendapat solusi seumur hidup. Dia mendapatkan hak-nya untuk memahami MENGAPA tekanan darahnya naik, gula darahnya tak terkontrol atau nyeri kepala hampir membuatnya setengah gila.

‘Dosa’ awal ilmu kedokteran melihat tubuh manusia seperti kerja mesin dimulai sejak pencetus era pencerahan di abad 16 – Descartes – sebagai seorang cendekia menyebut istilah ‘mesin tubuh manusia’. Dan banyak paradigma ilmu kedokteran berasal dari paradigma ilmu eksakta. Cara pandang tubuh manusia sebagai mesin menimbulkan penderitaan tak kunjung akhir. Terjadi ‘penyusutan’ nilai tubuh manusia. Padahal cara seorang manusia terbentuk sama sekali berbeda dengan cara satu unit mobil dirakit. Mobil dirakit dari berbagai suku-suku cadang yang berasal dari pelbagai pabrik suku cadang untuk disatukan menjadi satu unit mobil. Manusia? Berawal dari SATU sel, yang berkembang menjadi banyak dan membentuk organ serta sistem jaringan, berinteraksi secara emosional dan spiritual.

Sudah cukup banyak filsuf yang pada akhirnya prihatin dengan cara-cara manusia memperbaiki kesehatannya. Pada masa sekarang ini, seseorang pergi ke dokter atau sarana berobat seperti masuk bengkel. Terkotak menurut spesialisasinya, sedemikian rupa seperti mencari seorang ahli servis karburator  atau tukang kuras radiator. Lebih parah lagi, pasien menyerahkan sebagian otonomi dirinya kepada ‘sang ahli’-dengan asumsi “Ah, dia kan sekolah dokter yang lebih tau penyakit saya!” Orang lupa bahwa yang paling paham kondisi tubuhnya adalah dirinya sendiri dan ia BERHAK untuk mendapat penjelasan ‘habis-habisan’ dari sang dokter untuk dapat MEMUTUSKAN apa yang terbaik. Dokter beretika baik akan mampu menjelaskan MENGAPA penyakit timbul dengan sejujurnya melalui cara apa pun. Pada akhirnya pasien kembali memiliki tanggung jawab merawat tubuhnya sendiri. Berbagi tanggung jawab dalam ‘health care’ adalah kerjasama yang terbaik antara dokter dan pasien.

Manusia disebut hidup seutuhnya bukan hanya berdasarkan berfungsinya organ-organ tubuh. Manusia holistik memiliki keterhubungan dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain, baik secara emosional maupun spiritual, untuk tumbuh kembang setiap saat seturut dengan hukum alam. Dengan demikian manusia bisa merasa ‘at ease’ dengan dirinya sendiri dan keluar dari kondisi ‘dis-ease’. Menangani tubuh yang sakit dengan pendekatan holistik tidak akan pernah melalui jalur mekanistik-instrumentalis. Suku cadang mobil dengan kehilangan sekrup bernomor 15 misalnya dengan mudah diperbaiki begitu sekrup nomor 15 itu didapat, sekali pun berasal dari mesin penggiling tebu. Manusia? Setiap sel jaringan tubuhnya memuat ke-khas-an, keintiman personal manusia tersebut secara khusus. Every human cell bears the signature of its owner.

Mencoba mematikan alarm tubuh manusia dengan obat-obatan atau semena-mena memutuskan reaksi kompensasi tubuh dalam menghadapi perubahan sama saja dengan mengundang bahaya yang lebih fatal. Saya mempunyai istilah ‘menghukum tubuh yang nakal’ tanpa mencoba memahami mengapa tubuh menjadi ‘nakal’ dan menimbulkan reaksi yang merugikan. Bisa jadi sesuatu yang nampak merugikan pada awalnya, sebetulnya reaksi perlindungan alamiah sebelum terjadi kejadian yang lebih buruk lagi! Kolesterol buruk bukan hanya berdampak pada kenaikan tekanan darah atau menyebabkan penyempitan pembuluh koroner jantung. Kolesterol buruk timbul karena kolesterol yang BAIK tidak cukup diperhatikan untuk ditingkatkan! Kolesterol buruk pun timbul karena tubuh membutuhkannya untuk kondisi stres mental terus menerus yang ‘dinikmati’ pemilik tubuh sebagai drama tak kunjung akhir. Jadi, menurut Anda, apa jalan terbaik untuk masalah ini? Tentu saja. BODY-MIND-SPIRITUAL BALANCE! Tubuh, pikiran dan jiwa membutuhkan asupan ‘gizi’ masing-masing selaras dengan kebutuhan alamiahnya.

Sudah waktunya penghormatan terhadap tubuh manusia bukan hanya sekadar jargon. Menyelesaikan semua masalah tubuh melalui jalur cepat mengenyahkan semua rasa-rasa yang tidak nyaman atau menjinakkan angka-angka mengerikan di atas kertas laboratorium sama saja seperti menciptakan bom atom pada diri sendiri. Karena itulah, ketika seorang pasien kembali mencintai dirinya sendiri, memahami bagaimana ia mampu menyembuhkan tubuhnya dengan penuh komitmen dan tanggung jawab,  ilmu ‘mengobati’ sebetulnya tidak perlu terlalu canggih, kok. HEALTH IS A SCIENTIFIC ART,AS WELL AS  AN ARTISTIC SCIENCE IN ITSELF.  

Dr. Tan Shot Yen, kinesiolog, sekaligus praktisi Braingym dan Quantum Touch, energy healing. Ia juga dikenal sebagai basic & advanced clinical hypnotherapist di Internasional Center for Hypnosis Education & Research. Selain sibuk menjadi pembicara dan narasumber di berbagai seminar, talkshows dan media, dia juga dipercaya menjadi co-teacher di kursus-kursus medical hypnotherapy. Wanita yang sedang sudah menyelesaikan studi di Program Magister Filsafat Manusia, STF Driyarkara ini juga aktif sebagai konsultan di Health Service Program – USAID.

sumber:preventionindonesia.com

Rabu, 04 Mei 2011

Belanja Berhadiah Gratis Wisata dan Medical Check Up. Mau?


Mencegah lebih baik daripada mengobati, demikian kata orang bijak dahulu. Tes kesehatan atau yang dikenal dengan nama general check up atau medical check up adalah salah satu tindakan pencegahan yang sebaiknya sudah dilakukan oleh semua orang sejak berusia 20 tahun keatas.

PT GNE Indonesia bekerja sama dengan BP Healthcare Malaysia  meluncurkan satu paket program yang sangat luar biasa. Hanya dengan berbelanja  Rp   7.500.000,- akan mendapatkan hadiah langsung tanpa diundi berupa Wisata dan Medical Check Up ke Melaka selama 4 hari 3 malam dan
1 set Matras BIOFirion Double dan 2 Bantal BIOFirion seharga  Rp  7.280.000,- (Juni 2011).


Buruan segera daftar, karena tempat sangat terbatas!!

Program Termasuk
1. Medical Check Up oleh Dokter dari BP Healthcare.
2. Medical Consultation dengan dokter dari BP Healthcare.
3. Quantum Health Check Up dengan Biochemist GNE-HMP Sdn. Bhd.
4. Wisata kota Melaka (Historical Town), Melaka River Cruise & program berbelanja (bebas).
5. Tiket pesawat economy class : KLM (dari Jakarta), Air Asia (dari Solo, Medan,Surabaya)*
6. Transportasi dari Kuala Lumpur – Melaka – Kuala Lumpur.
7. Akomodasi Hotel di Melaka (twin sharing) selama 3 malam.
8. Makan pagi (hotel), makan siang, makan malam sesuai program.

Medical Check Up (BP Healthcare) yang meliputi:

KIMIA DARAH LENGKAP
1. Hemoglobin                       6. Hematokrit
2. Lekosit                              7. MVC
3. Hitung Jenis                       8. MCH
4. Eritrosit                             9. MCHC
5. Trombosit                       10. Laju Endap Darah

PROFILE HEPATITIS B
11. HBsAg                         12. HBsAb

PROFILE KOLESTEROL
13. Kolesterol                    16. LDL-Kolesterol
14. Trigliserida                   17. Rasio Kolesterol
15. HDL-Kolesterol

FUNGSI HATI
18. Bilirubin                       23. Alkali Fosfatase
19. Total Protein               24. SGOT
20. Albumin                      25. SGPT
21. Globulin                      26. GGT
22. Rasio A / G

FUNGSI GINJAL
27. Ureum                       29. Asam Urat
28. Kreatinin

GULA DARAH
30. Glukosa

GOLONGAN DARAH
31. ABO & System Rhesus (RH)

ANALISA URIN
32. Urine Rutin

DAN LAIN-LAIN
33. Sodium                     37. Total T4
34. Potassium                 38. VDRL
35. Kalsium                    39. Clorida
36. Fosfor                      40. Rematik Faktor

Hasil langsung keluar dalam 1 hari sehingga bisa langsung Medical Consultation dengan dokter dari BP Healthcare berkenaan dengan hasil Check Up.

Quantum Health Check Up di Melaka
Pemeriksaan Kesehatan Secara Holistik yang meliputi:
1. Basic Body Condition(Kondisi Dasar Tubuh)
2. Heart & Blood Function(Jantung & Sirkulasi Darah)
3. Respiratory Function(Fungsi Pernafasan)
4. Renal Function(Fungsi Ginjal)
5. Pancreas Function(Fungsi Pankreas)
6. Liver & Spleen(Liver/Hati & Limpa)
7. Hormone System(Sistem Hormon)
8. Gastrointestinal Function (Fungsi Lambung)
9. Immune Function(Fungsi Daya Tahan Tubuh)
10. Skin Condition(Kondisi Kulit)
11. Bone Condition(Kondisi Tulang)
12. Brain Function(Fungsi Otak)
13. Reproductive Function(Fungsi Reproduksi)
14. Toxic Scanning(Analisa Racun Tubuh)
15. Nutritional Condition(Kondisi Gizi)
16. Health Risk Prediction(Prediksi Resiko Kesehatan)
17. Emotional Condition(Kondisi Emosional)
18. Nutrition Suggestion(Saran Gizi)

Minggu, 06 Februari 2011

Pemeriksaan-pemeriksaan General Check Up & Gunanya

Mencegah lebih baik daripada mengobati, demikian kata orang bijak dahulu. Tes kesehatan atau yang dikenal dengan nama general check up atau medical check up adalah salah satu tindakan pencegahan yang sebaiknya sudah dilakukan oleh semua orang sejak berusia 20 tahun keatas. Tentu saja tidak perlu semua tes dijalani. Pertimbangkan saja hal – hal sebagai berikut: sejarah kesehatan keluarga, biaya yang dianggarkan, atau waktu yang dimiliki. Atau bila anda sedang berencana mempunyai anak, pilihlah test – test yang khusus untuk calon ibu hamil. Demikian juga ada test kusus untuk pasangan yang akan menikah.

1. Pemeriksaan Jantung Kondisi dan fungsi dari jantung anda bisa dilihat dengan alat yang bernama EKG (elektrokardiograf). Selain dengan EKG juga bisa didukung dengan pemeriksaan foto thorax (pemotretan dengan sinar roentgen di daerah dada untuk melihat organ dalam). Untuk usia 40 tahun keatas, ada treadmill stress test. Hasilnya, anda mendeteksi adanya sumbatan pada pembuluh darah di jantung.
Frekuensi test: 6 – 12 bulan sekali. Bila anda kegemukan, memiliki keluarga yang mengalami keluarga yang mengalami gangguan jantung, tekanan darah tinggi, atau menjalani gaya hidup tidak sehat (merokok, sering makan makanan berlemak tinggi, tidak berolah raga), rutinitas test amat diperlukan.

2. Tekanan Darah Tekanan darah yang normal berada dibawah 130 / 80 mmHg. Lebih dari itu seseorang disebut menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
Frekuensi test: 1 tahun sekali. Lebih sering bila anda beresiko tinggi, yaitu bila dalam keluarga terdapat riwayat penyakit tekanan darah tinggi.

3. Test Gula Darah Untuk mendeteksi penyakit kencing manis (diabetes mellitus), terutama bagi mereka yang kegemukan.
Frekuensi test: 3 tahun sekali (untuk orang dengan kadar gula normal). Bila anda seorang diabetesi, jadwal test ditentukan dokter anda.

4. Test Kolesterol Test ini untuk mengetahui kadar kolesterol, HDL (High Density Lipoprotein), LDL (Low Density Lipoprotein), dan trigliserida. Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyumbatan pembuluh darah penyebab stroke atau serangan jantung.
Frekuensi test: 5 tahun sekali. Lebih sering dan dini bila ada anggota keluarga dekat yang perah dirawat akibat stroke, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi. Juga bila anda banyak makan berlemak dan kurang berolah raga.

5. Pemeriksaan Paru – paru Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan foto thorax. Hasil foto bakal menunjukkan ukuran dan dapat mendeteksi adanya kelainan dalam paru – paru, seperti flek. Test ini juga dapat mendeteksi penyakit TBC.
Frekuensi test: 6 bulan sekali.

6. Pemeriksaan Gigi dan Mulut Infeksi atau lubang pada gigi bisa menimbulkan nyeri yang sangat luar biasa, bakteri juga bisa menimbulkan gangguan pada organ tubuh lain seperti jantung dan ginjal. Rongga mulut adalah gerbang masuk berbagai jenis bibit penyakit, baik dari makanan maupun dari minuman.
Frekuensi test: 6 bulan sekali.

7. Test Anemia Secara umum, test darah berguna untuk menghitung kadar Hb (hemoglobin), Hematokrit (kekentalan darah), kadar eritrosit (sel darah merah), dan leukosit (sel darah putih). Test lebih mendetail akan dilakukan apabila terdapat kelainan pada darah secara kimiawi.
Anemia banyak diderita oleh wanita dibandingkan pria, hal ini dikarenakan wanita setiap bulan mendapatkan menstruasi, penyebab lainnya adalah kekurangan gizi akibat program diet yang tidak seimbang. Anemia yang berat dapat mempertinggi resiko terserang keracunan saat kehamilan (toksemia), yang merupakan penyebab kematian ibu hamil di Indonesia.
Ada pula test darah yang dilakukan untuk melihat kadar asam urat dalam rangka untuk mengetahui fungsi ginjal, dan test fungsi hati berupa SGOT/SGPT.
Frekuens test: 6 -12 bulan sekali.

8. Pemeriksaan Kesehatan Telinga Pemeriksaan dilakukan dengan test audiometri yang berguna untuk mendeteksi sensitivitas fungsi organ pendengaran. Berkurangnya fungsi pendengaran dapat disebabkan oleh penyumbatan karena kotoran atau cairan pada rongga telinga, atau karena adanya kelainan pada organ di dalam telinga.
Frekuensi test: 6 bulan sekali.

9. Pemeriksaan Kesehatan Mata Selain test ketajaman penglihatan, juga dilakukan pengukuran tekanan bola mata. Peningkatan tekanan bola mata atau yang disebut sebagai glaukoma terjadi akibat alira cairan mata terbendung yang menyebabkan peningkatan tekanan bola mata ang bisa mengakibatkan kebutaan. Setiap orang berusia 40 tahun keatas sebaiknya melakukan test ini.
Frekuensi test: 6 bulan sekali, untuk glaukoma 2 tahun sekali.

10. Pemeriksaan Urine Hasil pemeriksaan terhadap kandungan zat kimia dalam urine yang digabungkan dengan hasil kimia darah dapat menggambarkan keadaan fungsi ginjal dan hati anda. Test ini juga bisa mendeteksi adanya infeksi saluran kemih atau infeksi pada liang vagina.
Frekuensi test: 1 tahun sekali.

Pada wanita, test – test kesehatan ditambah dengan:
1. Test Reproduksi ( Pap Smear Test ) Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi pada saluran vagina dan leher rahim, serta mendeteksi adanya kanker pada leher rahim. Test ini ditujukan kepada mereka yang aktif secara seksual. Biasanya selain pap smear, pemeriksaan reproduksi juga melibatkan pemeriksaan kimia darah, yang dimaksudkan untuk mengetahui kandungan hormon dan cairan tubuh lainyang terdapat dalam darah yang berpengaruh terhadap proses reproduksi.
Frekuensi test: 6 – 12 bulan sekali.

2. Pemeriksaan Payudara ( Mammografi ) Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengetahui adanya sel – sel abnormal penyebab kanker payudara. Pemeriksaan ini terhitung wajib bagi mereka yang temasuk kelompok beresiko tinggi (ada anggota keluarga yang menderita kanker payudara, pertama kali hamil di usia 32 tahun, serta pernah menderita tumor payudara). Test ini disarankan bagi wanita yang berusia 35 tahun keatas.
Frekuensi test: 1 tahun sekali.

3. Test Kepadatan Tulang

Sebenarnya test ini juga bisa dilakukan oleh kaum pria, tetapi karena lebih sering wanita yang mengalami osteoporosis (tulang keropos) yang membuat tulang mudah patah.
Frekuensi test: 1 tahun sekali

sumber: shvoong.com

Minggu, 20 Juni 2010

10 Faktor yang Mengurangi 90 persen Risiko Stroke

Ada banyak faktor risiko yang bisa memicu stroke. Namun penelitian terbaru mengelompokkan 10 faktor risiko yang apabila dihindari bisa mengurangi risiko hingga 90 persen.

Dikutip dari Dailymail, Sabtu (19/6/2010), kesepuluh faktor tersebut teridentifikasi saat peneliti dari McMaster University meneliti 3.000 pasien stroke. Gaya hidup para pasien dibandingkan dengan 3.000 orang sehat sebagai kontrol.

Hasil pengamatan menunjukkan, 5 faktor risiko yang pertama berperan dalam 80 persen kasus stroke pada pasien. Kelimanya adalah tekanan darah tinggi, rokok, lemak di perut, diet yang tidaksehat dan kurang olah raga.

Ketika ditambahkan 5 faktor berikutnya, risiko stroke meningkat menjadi 90 persen. Lima faktor yang kedua adalah diabetes, konsumsi alkohol berlebih, stres atau depresi, gangguan jantung dan molekul lemah darah yang disebut apolipoprotein.

"Dengan ditemukannya kesepuluh faktor tersebut, intervensi yang mentargetkan tekanan darah rendah dan kebiasaan merokok berkurang, olahraga rutin serta diet yang sehat dapat mengurangi risiko stroke secara substansial," ungkap Dr Martin O'Donnell yang terlibat dalam penelitian itu.

Stroke terjadi ketika otak kekurangan oksigen. Jenis yang paling umum adalah stroke iskhemik, yang terjadi ketika gumpalan darah menghambat aliran darah ke otak. Bisa juga bisa dipicu oleh pecahnya pembuluh darah, yang mengakibatkan perdarahan di otak (stroke hemoraghi).

Dari semua faktor risiko, tekanan darah tinggi merupakan faktor paling utama, yang menyebabkan sepertiga kasus stroke. Dibandingkan orang normal, penderita tekanan darah tinggi 2,5 kali lebih berisiko terserang stroke.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Lancet.
(up/mer)

Sumber: AN Uyung Pramudiarja - detik.com

Jumat, 18 Juni 2010

Tips Sehat Nonton Piala Dunia ala Hong Kong


img
Ilustrasi (dok: getty images)
Hong Kong, Pesta sepakbola tengah berlangsung di seluruh dunia. Berbagai negara merasa perlu mengeluarkan panduansehat untuk menonton Piala Dunia, tak terkecuali Hong Kong yang bahkan tidak punya wakil di ajang tersebut.

Seperti yang terjadi di Inggris, panduan sehatyang dirilis oleh kementerian kesehatan Hong Kong baru-baru ini juga mendapat cemooh. Situs CNNgo.com dalam artikelnya pada 11 Juni 2010 menjuluki negara tersebut sebagai 'nanny state' karena terlalu mencampuri hal-hal sepele.

Panduan tersebut terdiri dari 10 tips yang terbagi menjadi 3 kategori, yakni tentang makanan, minuman, dan rokok. Di luar kategori tersbeut, ada 6 tips tambahan yang antara lain berisi anjuran mengenai pentingnya cara duduk yang sehat serta istirahat yang cukup.

Selengkapnya, isi panduan tersebut adalah sebagai berikut, dikutip dari CNNgo, Jumat (18/6/2010):

Ngemil dengan cerdas:
  1. Ambil cemilan jika benar-benar lapar. Jangan ngemil hanya karena ingin ngemil
  2. Batasi cemilan berlemak dan banyak mengandung gula (seperti keripik kentang, kembang gula, popcorn bermentega)
  3. Pilih cemilan sehat seperti sayur/buah yang segar/dikeringkan, atau jus tanpa gula
  4. Waspadai lemak dan kalori dalam kacang-kacangan. Pilih kacang bakar tanpa garam, dan jangan berlebihan
  5. Minum air putih atau teh tawar banyak-banyak, hindari bir dan minuman ringan jika tidak ingin menambah kalori.
Jika minum alkohol, secukupnya saja:
  1. Pilih minuman rendah alkohol. Kurangi kadar alkohol dengan menambahkan es batu
  2. Jangan langsung minum banyak. Selingi dengan minuman tanpa alkohol
  3. Jangan mengemudi setelah minum. Gunakan angkutan umum atau mintalah seseorang untuk mengantar pulang.
Jauhi tembakau:
  1. Baik untuk perokok aktif maupun pasif, asap rokok tidak baik untuk kesehatan. Hindari rokok
  2. Jika merasa ingin merokok, basuhlah muka, lakukan latihan peregangan, tarik napas panjang lalu minum air untuk mengalihkan perhatian.
Jangan lupa:
  1. Pastikan ada ventilasi yang baik di ruangan
  2. Lakukan peregangan dan berjalanlah keluar di sela-sela menonton pertandingan
  3. Duduklah dengan nyaman untuk menghindari nyeri otot sesudahnya
  4. Pastikan istirahat yang cukup. Kurang tidur menyebabkan kekebalan tubuh menurun, sehingga rentan terkena penyakit, mengurangi performa saat bekerja dan meningkatkan risiko kecelakaan
  5. Sisakan waktu untuk olahraga
  6. Seimbangkan diri saat menonton pertandingan dengan memenuhi komitmen sosial.
(up/ver)


Sumber: detik.com
oleh: AN Uyung Pramudiarja)