Tampilkan postingan dengan label tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tidur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Desember 2010

Awas, Kurang Tidur Bisa Mematikan!

Kematian memang tidak bisa dielakkan, cepat atau lambat itu masalah waktu. Dalam hubungan dengna kesehatan, salah satu faktor yang menyebabkan kematian datang cepat adalah kelelahan mental akibat gangguan tidur atau kekurangan tidur.

Menurut AskMen, berikut adalah efek mematikan akibat kurang tidur yang dialami seseorang.
  1. Kecelakaan lalu lintas. Sebuah perkiraan dari 100 ribu kasus kecelakaan di jalan raya terjadi dalam setahun diakibatkan supir yang mengantuk. 15 ribu dari kasus tersebut berakhir kematian. Penyebab utama pengemudi tak bisa berkonsentrasi ketika menyetir begitu melelahkan karena kurang tidur.
  2. Kecelakaan kerja. Lelah akibat kurang tidur sungguh mempengaruhi kinerja d tempat kerja yang bisa berdampak pada pengembangan karir bahkan kehilangan pekerjaan. Efek terburuk dapat terjadi ketika bekerja dengan alat-alat berat, karena risiko kecelakaan di tipe pekerjaan macam ini bisa menyebabkan kematian.
  3. Lekas marah, depresi dan bunuh diri. Kualitas tidur juga dibutuhkan untuk dapat berpikir jernih dan santi. Kurang tidur berpotensi membuat seseorang cepat naik darak, merasa sedih. Bila tak ditangani dengan baik bisa menyebabkan depresi dan skenario terburuk; bunuh diri.
  4. Obesitas dan serangan jantung. Pola makan tidak sehat memang faktor utama pemicu obesitas, Namun pola tidur juga memiliki dampak. Kelelahn akibat kurang tidur dapat menghambat produksi leptin atau hormon pengatur selera makan. Alhasil prosi makan tidak bisa dikontrol. Bila berat badan tak terkontrol maka risiko serangan jantung pun dapat terjadi sewaktu-waktu.
  5. Diabetes. Berbagai studi telah menunjukkan kurang tidur dan pola istirahat yang kacau dapat menggangu metabolisme pencernaan dan membuat tubuh mudah meningkatkan kadar gula darah. Bila ini terjadi efeknya memang mematikan, merentang dari kesulitan penyembuhan luka, gagal ginjal hingga serangan jantung.

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: republika.co.id


Artikel Terkait:
Tidur di atas BIOFirion® Mattress dan Pillow Meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih efektif dan memberikan efek positif terhadap 11 sistem tubuh
Bio Far Infra Red (FIR) Membantu tubuh lebih hangat dan tidur lebih nyenyak  

Waspada Lo, Jika Tiba-tiba Anda Susah Tidur atau Jadi Pendengkur
Tidur Siang Bikin Kita Lebih Pintar?
Hikmah dan Pentingnya Tidur Siang
Tidur Siang Cukup 5 Menit
Gampang Lelah? Kenali 14 Penyebabnya!
Polusi Udara Perburuk Kualitas Tidur Masyarakat Kota

Minggu, 12 Desember 2010

Waspada Lo, Jika Tiba-tiba Anda Susah Tidur atau Jadi Pendengkur

REPUBLIKA.CO.ID, PITTSBURG--Waspadalah jika Anda tiba-tiba menjadi pendengkur saat tidur,  mengalami kesulitan tidur, atau sering terbangun dengan perasaan lelah. Sebuah studi terbaru menunjukkan mereka menghadapi peningkatan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Dalam studi tersebut, peneliti di University of Pittsburgh meminta lebih dari 800 orang berusia antara  45 - 74 tahun tentang kualitas tidur mereka. Tiga tahun kemudian, orang-orang yang melaporkan mendengkur keras lebih dari dua kali lebih mungkin memiliki sindrom metabolik - sekelompok faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke yang mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, rendahnya kolesterol baik, trigliserida tinggi, dan lemak perut berlebihan.

Orang-orang yang mengalami kesulitan tidur atau terbangun dengan perasaan tak segar sedikitnya tiga kali per minggu sekitar 80 persen dan 70 persen lebih mungkin dibandingkan mereka yang tidur tenang untuk mengembangkan tiga atau lebih dari faktor risiko. Seseorang harus memiliki tiga dari lima faktor risiko untuk mendapatkan diagnosis sindrom metabolik.

"Masalah tidur adalah  sebuah masalah besar," kata Jordan Josephson MD, spesialis THT di Lenox Hill Hospital, di New York City. "Gangguan tidur  buruk bagi jantung, buruk untuk diabetes, dan kerap memicu serangan jantung dan stroke ... pada gilirannya akan mempersingkat hidup Anda.." Josephson sendiri tidak terlibat dalam penelitian itu.

Secara keseluruhan, 14 persen dari peserta penelitian terbukti mengalami sindrom metabolik. Keturunan Afrika lebih rentan dibandingkan kulit putih, seperti juga orang-orang yang diam dibandingkan dengan mereka yang aktif secara fisik.

Penemuan, yang dimuat dalam jurnal Sleep, hampir sama dengan studi sebelumnya yang telah menunjukkan hubungan antara kesulitan tidur dan masalah kesehatan seperti obesitas dan tekanan darah tinggi. Tapi ini adalah studi pertama yang mengikuti orang dengan masalah tidur dari waktu ke waktu untuk melihat apakah mereka mengembangkan sindrom metabolik atau tidak.

Virend Somers MD, seorang profesor kedokteran di Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota, mengatakan bahwa kurang tidur adalah "epidemi" yang "hampir secara paralel" dengan epidemi obesitas dan kenaikan  faktor risiko penyakit jantung dan diabetes.
Redaksi: Siwi Tri Puji B
Sumber: republika


Artikel terkait:
Tidur di atas BIOFirion® Mattress dan Pillow Meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih efektif dan memberikan efek positif terhadap 11 sistem tubuh

Tidur Siang Bikin Kita Lebih Pintar?
Hikmah dan Pentingnya Tidur Siang
Tidur Siang Cukup 5 Menit
Gampang Lelah? Kenali 14 Penyebabnya!
Polusi Udara Perburuk Kualitas Tidur Masyarakat Kota

Rabu, 08 Desember 2010

Tidur Siang Bikin Kita Lebih Pintar?

Sewaktu kita masih kecil, kewajiban tidur siang yang diberikan oleh orangtua rasanya menjadi siksaan bagi kita. Anehnya, ketika kita dewasa, kita harus mencuri-curi waktu agar bisa memejamkan mata barang setengah jam. Bisa terlelap sebentar saja pengaruhnya begitu besar untuk kita: tubuh jadi terasa lebih bugar sesudahnya.
Penelitian baru juga mengatakan, tidur siang yang lelap juga mampu mendongkrak kapasitas belajar otak secara dramatis. Hebat, kan?

Para peneliti mendapati bahwa tidur siang selama sejam saja sudah cukup untuk meningkatkan kemampuan otak untuk mempelajari fakta-fakta baru dalam jam-jam berikutnya. Di pihak lain, semakin lama kita bertahan untuk melek, semakin lamban pikiran kita.
Penemuan baru ini mendukung data sebelumnya dari tim peneliti yang sama, bahwa begadang semalaman bisa mengurangi kemampuan untuk memasukkan hal-hal baru hampir sebanyak 40 persen. Hal ini disebabkan penutupan bagian-bagian otak selama kita kehilangan waktu tidur.

"Tidur tak hanya menjadi jalan keluar dari keadaan terjaga yang berkepanjangan, tetapi -pada level neurokognitif- hal ini akan menggerakkan Anda di luar di mana Anda berada sebelum Anda tidur," ujar Matthew Walker, asisten profesor bidang psikologi di UC Berkeley, dan pemimpin investigasi pada studi ini. ? ?
Beberapa tokoh paling berpengaruh di dunia ini juga dikenal sebagai "tukang tidur siang". Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher pernah mengklaim bahwa ia hanya tidur empat jam setiap malam, namun selalu tidur sebentar pada siang hari. Sementara itu, Bill Clinton juga selalu menyempatkan diri untuk tidur selama setengah jam sesudah makan siang.

Para peneliti mengatakan bahwa tidur juga diperlukan untuk menjernihkan memori jangka pendek otak dan menyediakan ruang untuk penyerapan informasi yang baru. "Ibaratnya, inbox email pada hippocampus (bagian dari otak besar) kita penuh, dan jika kita tidak tidur dan membuang email-email yang tak perlu itu, kita tidak akan bisa menerima email yang baru," kata Dr Walker.

sumber: kompashealth.com
Editor: Dini  

Artikel terkait:
Hikmah dan Pentingnya Tidur Siang
Tidur Siang Cukup 5 Menit

Tidur Siang Cukup 5 Menit

Siapa yang sering merasa ngantuk sesudah makan siang atau menjelang pukul 3 sore? Jangan-jangan, sebagian besar dari kita akan mengangkat tangan. Mengantuk di siang hari, menurut Hiromi Shinya, adalah hal yang wajar. Penyebabnya adalah enzim kita banyak digunakan saat bangun dan beraktivitas.

Jika tubuh sudah memberi sinyal demikian, dengarkanlah. Jangan abaikan karena alasan apa pun. Jangan juga khawatir pekerjaan tertunda. Sebab, untuk memulihkan tenaga, kita cuma perlu waktu 5 menit.

Untuk kita terapkan, carilah tempat di mana kita tidak akan diganggu. Setelah itu, tarik napas dalam-dalam dan lemaskan seluruh otot tubuh. Kalau memang mengantuk, tidur saja.

Shinya menyebut tidur siang sejenak ini sebagai power nap. Sebab, hanya dalam waktu 5 menit atau paling banyak 30 menit, kita pasti akan terbangun dengan kekuatan penuh. Istirahat singkat, menurut penulis buku Miracle of Enzyme itu, mengizinkan tubuh melakukan homestatis atau pemulihan diri. Walhasil, kinerja kita di sesi selanjutnya akan berlangsung dengan efektif.

sumber:  kompashealth.com
Editor: Lusia Kus Anna

Artikel terkait:
Hikmah dan Pentingnya Tidur Siang
Tidur Siang Bikin Kita Lebih Pintar?
 

Hikmah dan Pentingnya Tidur Siang

Tidur adalah salah satu dari bukti kebesaran Sang Pencipta Tabaraka Wata’ala. Namun, mengapakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kita untuk tidur sebentar di siang hari? Adakah hikmah secara ilmiyah yang terkandung dalam hal tersebut?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memerintahkan kita untuk tidur sebentar di siang hari. Beliau bersabda :

قيلوا فإن الشياطين لا تقيل

Lakukanlah Qailulah (tidur siang), karena sesungguhnya syetan itu tidak melakukan qailulah” (HR. Ath-Thabrani)

Penelitian ilmiyah yang baru telah menunjukkan bahwa tidur siangnya seseorang waktu kerja bisa mengurangi resiko masalah jantung yang berbahaya, dan mungkin fatal. Para peneliti mengatakan bahwa tidur siang (qailulah) di tempat kerja bermanfaat bagi jantung, karena bisa mengurangi stress dan goncangan jiwa, dimana pekerjaan adalah merupakan sumber utama stres.

Pada penelitian yang lain, para ilmuwan menekankan bahwa tidur siang sangatlah penting, agar seseorang bisa mengganti yang kurang dari tidur malamnya. Tidur malam tidaklah cukup dan terkadang bisa berbahaya kalau waktunya terlalu lama.

Oleh karena itu para dokter menyarankan untuk bangun malam disertai dengan melakukan sedikit kegiatan dan agar tidak tidur dengan waktu yang lama, karena itu bisa membahayakan jantung.

Marilah kita renungkan hikmah Nabi yang indah dalam hal tidur siang ini dan renungkanlah ayat yang mulia berikut ini yang telah mengabarkan kepada kita tentang bukti kebesaran Allah pada tidur di malam dan siang hari. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :

وَمِنْ آَيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan” (Ar-Ruum :23)

Wallahu A’lam

Dikutp dari: www.alsofwah.or.id

Artikel terkait:
Tidur Siang Bikin Kita Lebih Pintar?
Tidur Siang Cukup 5 Menit

Minggu, 21 November 2010

Gampang Lelah? Kenali 14 Penyebabnya!

Apakah akhir-akhir ini Anda cepat merasa capek atau lelah yang diselingi dengan menguap saat beraktivitas. Bisa jadi, rasa kantuk yang terjadi karena Anda tidak cukup tidur, kurang energi, atau bahkan merupakan tanda atau gejala penyakit, seperti anemia.

Waspadalah. Kenali penyebab rasa lelah dengan menyimak 14 poin berikut ini.  Temukan penyebabnya beserta kiat-kiat dalam mengatasinya :

1. Tidak Cukup Tidur
Umumnya orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam sehari untuk tidur. Apabila Anda mengantuk berat saat beraktivitas, bisa jadi karena kualitas dan kuantitas tidur Anda menurun. Hati-hati, karena kurang tidur bisa berakibat buruk pada kesehatan dan konsentrasi Anda.

Cara mengatasinya: buatlah prioritas waktu tidur dan jadwal teratur untuk tidur. Jauhkan laptop, ponsel, atau PDA ketika Anda tidur karena hal itu akan membantu mengurangi gangguan saat tidur.

2. "Sleep Apnea"
Beberapa orang berpikir bahwa mereka sudah cukup tidur. Namun, tak pernah berpikir kalau mereka mengalami sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitas napas dan terjadi berulang-ulang. Mungkin Anda tidak menyadarinya, tetapi setiap kali muncul gangguan ini kualitas tidur akan menurun. Hal ini menyebabkan Anda tetap merasa kurang tidur meski sudah menghabiskan waktu delapan jam untuk istirahat.

Sleep apnea juga berkaitan dengan berbagai penyakit, seperti hipertensi, gangguan jantung, diabetes, dan stroke. Sleep apnea terjadi akibat penyempitan saluran napas selama tidur. Akibatnya, pasokan oksigen akan berulang kali terhenti sepanjang malam.

Cara mengatasinya: kurangi berat badan bila anda kegemukkan, berhenti merokok, dan cobalah tidur menggunakan alat bantu yang disebut CPAP yang  menjaga Anda tetap bernapas sepanjang malam.

3. Kekurangan Energi
Makan yang terlalu sedikit menyebabkan tubuh kelelahan, tetapi menyantap makanan yang salah juga dapat menjadi masalah. Diet seimbang membantu menjaga kadar gula darah Anda dalam rentang normal dan mencegah rasa lelah ketika gula darah Anda menurun.

Cara mengatasinya: selalu sarapan setiap pagi dan mencoba menambahkan protein dan karbohidrat kompleks di setiap makanan. Misalnya, makan telur dengan roti gandum. Anda juga dapat mengonsumsi makanan selingan untuk menjaga energi sepanjang hari.

4. Anemia
Anemia merupakan penyebab utama kelelahan pada wanita. Mengeluarkan darah selama menstruasi dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Sel-sel darah merah sangat diperlukan tubuh karena mereka membawa oksigen ke jaringan dan organ.

Cara mengatasinya: anemia biasa disebabkan kurangnya zat besi. Ada baiknya Anda mengakali dengan minum suplemen zat besi dan makan makanan yang kaya zat besi, seperti daging, hati, kerang, kacang-kacangan, dan sereal yang diperkaya zat besi.

5. Depresi
Anda mungkin berpikir depresi hanyalah gangguan emosi. Namun, ternyata hal ini juga berhubungan dengan gejala fisik. Salah satu gejala fisik yang paling umum adalah kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Jika Anda tetap merasa lelah dan murung selama lebih dari dua minggu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. 

Cara mengatasinya: depresi dapat diatasi melalui psikoterapi dan pengobatan secara medis.

6. Hypothyroidism
Tiroid adalah kelenjar kecil di pangkal leher Anda. Organ ini berfungsi mengendalikan metabolisme tubuh dan mengatur kecepatan tubuh mengubah makanan menjadi energi. Ketika kelenjar ini tidak berfungsi dengan baik dan fungsi-fungsi metabolisme dalam tubuh berjalan lambat, Anda mungkin merasa lemas dan bertambah gemuk.

Cara mengatasinya: apabila tes darah menunjukkan hormon tiroid Anda sedang rendah, dokter akan meresepkan hormon sintetis untuk mengembalikan kinerja tubuh Anda.

7. Kebanyakan Menenggak kafein
Mengonsumsi kafein dalam dosis wajar dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun, terlalu banyak kafein dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan kejang. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi kafein terlalu banyak juga dapat menyebabkan kelelahan pada beberapa orang.

Cara mengatasinya: secara bertahap kurangi konsumsi kopi, teh, cokelat, minuman ringan, dan setiap obat yang mengandung kafein. Menghentikan secara tiba-tiba dapat menyebabkan penarikan kafein dan kelelahan berlebihan.

8.  Infeksi Saluran Kemih
Jika pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK), Anda mungkin mengalami rasa sakit seperti terbakar. Namun, infeksi ini tak selalu ditunjukkan dengan gejala tersebut. Dalam beberapa kasus, kelelahan mungkin satu-satunya tanda Anda terkena ISK. Anda dapat melakukan tes urine untuk memastikan ISK.

Cara mengatasinya: periksa ke dokter. Obat-obat jenis antibiotik dapat diresepkan untuk mengatasi ISK dan kelelahan biasanya akan hilang setelah sekitar seminggu.

9. Diabetes
Penderita diabetes umumnya memiliki kadar gula darah tinggi, tetapi gula darah ini tetap berada dalam aliran darah dan tidak masuk ke dalam sel-sel sehingga tidak dapat diubah menjadi energi.

Alhasil, tubuh bisa kehabisan energi meskipun Anda cukup makan. Jika Anda sering mengalami kelelahan tanpa sebab, minta dokter Anda untuk melakukan tes diabetes.

Cara mengatasinya: pengobatan diabetes dengan cara mengubah gaya hidup, seperti diet dan olahraga, terapi insulin dan obat-obatan dapat membantu tubuh dalam memproses gula.

10. Dehidrasi
Kelelahan bisa jadi tanda Anda terkena dehidrasi. Meskipun Anda bekerja di luar atau berkutat di atas meja, tubuh tetap membutuhkan air untuk bekerja dengan baik dan tetap tenang. Tanda-tanda orang dehidrasi ialah Anda mengalami kehausan.

Cara mengatasinya: minumlah air sepanjang hari sehingga urine Anda bewarna terang. Minimal dua gelas air setiap satu jam atau mengonsumsi air lebih banyak sebelum melakukan aktivitas fisik yang sudah direncanakan. Kemudian, lanjutkan latihan Anda lalu minumlah dua gelas lagi.

11. Penyakit Jantung
Ketika Anda merasa kelelahan akibat kegiatan rutin, seperti membersihkan rumah atau menyiangi halaman, bisa jadi itu pertanda jantung tidak bekerja dengan baik. Jika ternyata kegiatan sehari-hari yang mudah pun semakin sulit untuk dilakukan, segeralah berkonsultasi kepada dokter.

Cara mengatasinya: mengubah gaya hidup, menjalani pengobatan, dan ikutilah prosedur dari terapi yang Anda jalankan untuk membuat jantung Anda pada kondisi lebih baik sekaligus mengembalikan energi Anda.

12. Kerja "Shift"
Bekerja malam atau melakukan kerja shift dapat mengganggu jam tidur Anda. Anda mungkin merasa lelah ketika harus terjaga. Dan, Anda mungkin mengalami kesulitan tidur di siang hari.

Cara mengatasinya: batasi aktivitas pada siang hari ketika Anda perlu istirahat. Ciptakanlah suasana kamar tidur menjadi gelap, tenang, dan sejuk.

13. Alergi Makanan
Beberapa dokter percaya ketidaksadaran akan alergi pada jenis makanan tertentu dapat membuat Anda mengantuk. Jika intensitas kelelahan meningkat setelah makan, mungkin anda harus memerhatikan jenis makanan yang mungkin tak menyebabkan Anda gatal-gatal, tetapi cukup membuat Anda mengantuk.

Cara mengatasinya: cobalah untuk berhenti menyantap salah satu jenis makanan untuk melihat apakah itu berkorelasi meningkatkan kelelahan pada diri Anda. Anda juga dapat meminta dokter untuk melakukan tes alergi makanan.

14. Fibromyalgia dan CFS
Jika kelelahan Anda berlangsung lebih dari enam bulan dan sangat parah sehingga Anda tidak dapat mengatur kegiatan sehari-hari, sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome/CFS) atau fibromyalgia adalah suatu kemungkinan. Keduanya dapat memiliki berbagai gejala, salah satu yang utama adalah kelelahan.

Cara mengatasinya: meski tidak ada penyembuhan cepat untuk CFS atau fibromyalgia, penderita justru mendapat keuntungan dari perubahan jadwal harian, yaitu belajar memperbaiki kebiasaan tidur menjadi lebih baik dan memulai  program latihan yang ringan.

Kiat Mengurangi Kelelahan

Jika Anda merasa lelah, tetapi tidak ada hubungannya dengan kondisi medis, mungkin salah satu solusinya adalah olahraga. Penelitian menunjukkan, orang dewasa sehat tetapi kerap merasa lelah bisa memperoleh tambahan energi signifikan dari program latihan sederhana.

Dalam sebuah penelitian, peserta mengendarai sepeda statis selama 20 menit dengan kecepatan ringan. Melakukan jenis latihan ini selama tiga kali seminggu sudah cukup untuk mengobati kelelahan

sumber: kompas.com

Artikel Terkait:
BIOFirion®: Mengurangi kelelahan dan Meningkatkan daya tahan tubuh
Hj Awik Sambada: Saya Merasa kembali Fit, Sehat dan Penuh Semangat
LilisYundari : Mudah Capek dan Tekanan Darah Tinggi

Kamis, 17 Juni 2010

Polusi Udara Perburuk Kualitas Tidur Masyarakat Kota


img
Ilustrasi (Foto: indianasleep)
Jakarta, Kurang tidur atau tidur tidak nyenyak bisa merugikan kesehatan dan mengurangi keharmonisan dengan pasangan. Nyatanya memang banyak sekali orang yang mengalami gangguan tidur karena berbagai alasan. Dan studi terbaru menemukan bahwa polusi udara menjadi salah satu penyebabnya.

Gangguan tidur dapat dikaitkan dengan berbagai macam penyakit, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, suasana hati yang buruk, penurunan produktivitas baik di jalan, kantor maupun di rumah.

Para ilmuwan kini menemukan faktor baru yang bisa memperburuk kualitas tidur seseorang, yaitu polusi udara.

Antonella Zanobetti, Ph.D., Susan RedLine, MD, MPH, Diane Gold, MD, MPH, dan rekan dari American Thoracic Society melakukan studi pada 6.000 partisipan antara tahun 1995 dan 1998. Mereka mempelajari hubungan antara tingkat pencemaran udara dengan peningkatan suhu dan gangguan bernapas saat tidur atau sleep disordered breathing (SDB).

"Hipotesis kami adalah peningkatan polusi udara dikaitkan dengan meningkatnya risiko SDB dan hipoksia (sindrom kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian) malam, juga berkurangnya kualitas tidur," ujar Zanobetti, seperti dilansir dari IndiaVision, Kamis (17/6/2010).

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam edisi cetak American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine pada situs American Thoracic Society ini, dilakukan dengan menguji polusi yang terjadi di musim tertentu dan juga tingkat interaksi dalam bentuk partikulat polusi udara di bawah 10 mikrometer, yang umumnya terkait dengan polusi lalu lintas.

"Kami menemukan bukti baru bahwa polusi dan suhu berpengaruh pada SDB dan kualitas tidur. Peningkatan gangguan tidur seperti apnea atau hipopnea terkait dengan kenaikan suhu jangka pendek di semua musim dan peningkatan tingkat polusi partikel pada musim panas," jelas Zanobetti.

Partikel yang terdapat pada polusi dapat mempengaruhi tidur melalui efek pada sistem saraf pusat dan saluran napas bagian atas. Kualitas tidur buruk akan sering dialami oleh masyakarat kota, khususnya yang tinggal di daerah padat kendaraan atau daerah pabrik.

"SDB meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan kondisi kesehatan lainnya. Dan polusi udara merupakan kontributor dari kebanyakan gangguan kesehatan dan berefek negatif untuk mengembangkan SDB yang merupakan jalur untuk penyakit degeneratif yang berbahaya," ujar John Heffner, MD, mantan presiden American Thoracic Society.(mer/up) 


Sumber: detik.com
Oleh: Merry Wahyuningsih