Tampilkan postingan dengan label nyeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyeri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Januari 2011

Waspadai, Obat Penghilang Nyeri Tingkatkan Risiko Stroke & Serangan Jantung

Bagi anda yang kerap menggunakan obat penghilang rasa sakit, sebaiknya berhati-hati. Obat analgesik itu ternyata dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke ketika diasup dalam dosis besar atau dikonsumsi dalam jangka panjang, demikian menurut riset terbaru.

Pakar menganalisa lebih dari 30 uji klinis terhadap lebih dari 116 pasien untuk memeriksa efek obat penghilang rasa sakit terhadap kesehatan masyarakat.

Kecemasan itu erkait dengan obat anti-peradangan non steroid maupun anti-peradangan erbaru dikenal sebaga penghambat Cox-2. Dokter secara berkala meresepkan obat jenis itu sebagai perawatan kondisi nyeri, termasuk kepada pasien yang mengalami nyeri sendi akibat osteoarthritis.

Pada resep, obat diberikan dalam dosis lebih besar ketimbang obat-obat yang mudah dibeli di apotik, yang biasa digunakan untuk sakit kepala, demam dan nyeri.

Studi yang telah diterbitkan di British Medical Journal, menemukan bahwa obat jenis lumiracoxib dapat meningkatkan risiko sakit jantung, sementar ibuporofen terkait dengan risiko tertinggi pada stroke.

Lalu tipe diclofenac hampir meningkatkan risiko hingga tiga kali lipat. Sementara gabungan antara etoricoxib dan diclofenac diidentikkan dengan peningkatan risiko kematian akibat gangguan jantung, hingga empat kali lipat.

Para peneliti dari Universitas Bern, di Switzerland mengatakan, meski masih ada unsur ketidakpastian, namun hanya ada sedikit bukti yang menyatakan bahwa obat-obat yang diperiksa itu aman dalam soal pemicu gangguan jantung.

Dalam editorial jurnal tersebut, guru besar dari departemen pengobatan pencegahan di Nashville, Wyne Ray, mengatakan Naproxen terlihat yang paling kecil memicu risiko. "Risiko gangguan jantung perlu diperhatikan seksama ketika dokter meresepkan obat anti-peradangan non-steroid," ujarnya

Secara keseluruhan jumlah serangan jantung dan stroke yang dilaporkan termasuk rendah bila dibanding jumlah pasien. Dalam 29 uji klini, total terdapat 554 serangan jantung, sementara dalam 26 uji klinis terdapat 377 kasus stroke. Lalu dalam 28 uji klini hanya ada 676 kasus kematian.

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
sumber: reublika.co.id

Senin, 08 November 2010

dr. Luziana Jayasumarta: "Lutut dan sendi-sendi terasa nyeri"

Nama       :  dr. Luziana Jayasumarta
Umur       :  58 tahun
Keluhan    : Osteoarthritis
Produk     : Gold Milk igG DHAGold G Sea Cucumber Jelly

Selama ini lutut dan sendi-sendi terasa nyeri terutama pada saat shalat dan naik tangga.  Setiap hari harus makan obat merek tertentu dan memakai obat gosok terutama waktu dingin. 

Setelah minum Gold-G 5 bulan dan Gold Milk IGG DHA ± 3 bulan terasa enak dan sudah 4 bulan tidak mengkonsumsi obat merek tertentu yang dulu biasa saya minum