Tampilkan postingan dengan label gold natto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gold natto. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

Tanda-tanda Orang Kena Diabetes

Banyak pengalaman beberapa orang ketika buang air kecil lalu air seninya dikerubuti semut. Itu adalah salah satu tanda-tanda diabetes yang gampang diketahui. Tapi ada banyak lagi tanda-tanda diabetes yang perlu diwaspadai.

"Kalau seseorang pipisnya dikerubuti semut, itu bisa jadi tanda awal dari penyakit diabetes," ujar dr Dante Saksono H, SpPD, PhD, saat dihubungi detikHealth.

Kenapa bisa seperti itu?
Menurutnya, seseorang yang memiliki penyakit diabetes maka air seni yang dibuang masih mengandung gula. Ini terjadi karena ketika gula darah yang masuk ke dalam tubuh di proses oleh organ ginjal tidak terserap sempurna oleh tubuh. Kemudian akan dikeluarkan oleh tubuh melalui air seni atau pipis.

"Kalau kadar gulanya dalam darah tinggi, maka hasil saringannya sudah pasti masih mengandung gula atau bersifat manis," ujar dokter berusia 36 tahun ini.

dr Dante mengatakan sebenarnya diabetes melitus artinya adalah air mancur yang manis, dan air mancur disini dapat diartikan sebagai pipis atau air seni.

Penyakit diabetes adalah gangguan penggunaan glukosa yang terjadi di dalam tubuh. Diabetes tidak terjadi secara begitu saja. Sebelum seseorang didiagnosis menderita diabetes, mereka mengalami fase normal, lalu meningkat menjadi prediabetes dan akhirnya menderita diabetes.

Penyakit ini sering disebut dengan silent killer. Penyakit ini tidak langsung menyebabkan kematian tapi komplikasi yang dihasilkan dari diabetes ini bisa menurunkan kualitas hidup seseorang hingga berakhir dengan kematian.

Jika penderita diabetes bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan baik, maka komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit ini bisa dicegah. Komplikasi dari diabetes ini bisa menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia.

Tanda-tanda seseorang terkena diabetes seperti dilansir dari diabeteslibrary, Selasa (1/11/2011) adalah:

1. Sering buang air kecil
Buang air kecil akan menjadi sering jika terlalu banyak glukosa dalam darah. Jika insulin (yakni hormon yang mengendalikan gula darah) tidak ada atau sedikit maka ginjal tidak dapat menyaring glukosa untuk kembali ke dalam darah. Kemudian ginjal akan menarik tambahan air dari darah untuk menghancurkan glukosa. Hal ini membuat kandung kemih penuh dan membuat seseorang sering pipis.

2. Sering merasa haus
Karena sering buang air kecil, Anda akan menjadi lebih sering haus, karena proses penghancuran glukosa yang sulit maka air di dalam darah tersedot untuk menghancurkannya. Sehingga seseorang perlu minum lebih banyak untuk menggantikan air yang hilang.

3. Berat badan turun cepat
Terutama terjadi pada penderita diabetes tipe 1 (faktor genetik). Pankreas pada penderita diabates berhenti membuat insulin akibat serangan virus pada sel-sel pankreas atau respons autoimun yang membuat tubuh menyerang sel-sel yang memproduksi insulin. Akibatnya tubuh akan kesulitan mencari sumber energi karena sel-sel tidak memperoleh glukosa. Kemudian tubuh mulai memecah jaringan otot dan lemak untuk energi sehingga berat badan terus menyusut.

Pada penderita diabetes tipe 2 (faktor perubahan gaya hidup), penurunan berat badan terjadi secara bertahap dengan peningkatan resistensi insulin sehingga penurunan berat badan tidak begitu terlihat.

4. Merasa lemah dan gampang kelelahan
Karena produksi glukosa terhambat sehingga sel-sel makanan dari glukosa yang harusnya didistribusikan ke semua sel tubuh untuk membuat energi jadi tidak berjalan. Karena sel energi tidak mendapat asupan sehingga orang akan merasa cepat lelah.

5. Sering kesemutan di kaki dan tangan
Gejala ini disebut neuropati. Terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu karena glukosa dalam darah tinggi akan merusak sistem saraf. Pada penderita diabetes tipe 2 kejadiannya secara bertahap, dan orang-orang sering tidak menyadari bahwa itu salah satu pertanda. Kondisi gula darah tinggi kemungkinan telah terjadi beberapa tahun sebelum diagnosa. Kerusakan saraf dapat menyebar tanpa pengetahuan kita.

6. Penglihatan kabur, kulit kering atau gatal, sering infeksi atau luka dan memar, yang membutuhkan penyembuhan dalam waktu lama merupakan tanda-tanda lain dari diabetes.

Jika melihat ada tanda-tanda itu maka Anda punya alasan untuk khawatir soal diabetes.

Lalu komplikasi penyakit apa yang timbul dari diabetes?
Berikut adalah komplikasi penyakit dari diabetes:

1. Penyakit saraf
Penyakit saraf adalah komplikasi jangka panjang dari diabetes. Diperkirakan bahwa 60-70 persen penderita diabetes mengalaminya.

Penyakit saraf ini menyerang hampir semua sistem saraf di tubuh mulai dari yang ringan kram, nyeri kepala, sakit perut, punggung nyeri, tidak berkeringat. Hingga yang berat mengganggu sistem saraf pembulah darah seperti jantung hingga saraf di kelamin yang bisa menyebabkan impotensi serta gangren dengan risiko amputasi.

2. Penyakit mata (Retinopathy)
Karena penyempitan, pengerasan atau pemutusan pembuluh darah dan kapiler retina menyebabkan komplikasi serius yang dikenal sebagai retinopathy dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Dua komplikasi yang parah adalah katarak dan glaukoma.

3. Penyakit kardivaskular (jantung)
Akibat memiliki tekanan darah yang tinggi dan melemahnya fungsi-fungsi otot jantung.

4. Penyakit ginja
lKarena memiliki tekanan darah tinggi membuat fungsi ginjal terganggu.

5. Hipoglikemia
Terjadi karena penderita diabetes harus mendapat suntikan insulin dalam tubuh. Jika kemudian insulin lebih banyak dibandingkan dengan jumlah gula darah akan membuat gula darah turun di bawah level normal, inilah yang dinamakan hipoglikemia. Hipoglikemia bisa membuat seseorang pusing, bingung dan kehilangan kesadaran atau pingsan.

6. Gangguan pencernaan
Seperti gangguan lambung, divertikulitis, gejala sindrom iritasi usus besar, sakit perut, sembelit, diare dan batu empedu.

7. Komplikasi di mulut
Seperti sering mengalami gigi copot terutama pada penderita diabetes tipe 1.

8. Mudah infeksi
Risiko terkena infeksi cukup tinggi seperti infeksi luka, influenza, infeksi pernafasan hingga TBC tulang.

9. Komplikasi kehamilan
Tingkat kematian bayi lebih tinggi pada ibu yang menderita diabetes.

10. Ketoasidosis (darah menjadi asam)
Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton.

Cara mudah mendeteksi diabetes:

1. Lihatlah apakah air seni yang didiamkan sebentar dikerubuti semut atau tidak. Jika dikerebuti semut adalah pertanda kandungan gula di darah tinggi yang dibuang melalui urine.

2. Gunakan kertas uristix yang banyak dijual perusahaan farmasi. Masukkan kertas uristix ke air seni jika kertas berubah warna maka itu pertanda ada gejala diabetes.

3. Diagnosis laboratorium untuk mengetes glukosa darah. Pengujian kadar glukosa darah dengan puasa jika hasilnya lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl menunjukkan adanya diabetes.

sumber detikhealth.com

Rabu, 04 Mei 2011

Belanja Berhadiah Gratis Wisata dan Medical Check Up. Mau?


Mencegah lebih baik daripada mengobati, demikian kata orang bijak dahulu. Tes kesehatan atau yang dikenal dengan nama general check up atau medical check up adalah salah satu tindakan pencegahan yang sebaiknya sudah dilakukan oleh semua orang sejak berusia 20 tahun keatas.

PT GNE Indonesia bekerja sama dengan BP Healthcare Malaysia  meluncurkan satu paket program yang sangat luar biasa. Hanya dengan berbelanja  Rp   7.500.000,- akan mendapatkan hadiah langsung tanpa diundi berupa Wisata dan Medical Check Up ke Melaka selama 4 hari 3 malam dan
1 set Matras BIOFirion Double dan 2 Bantal BIOFirion seharga  Rp  7.280.000,- (Juni 2011).


Buruan segera daftar, karena tempat sangat terbatas!!

Program Termasuk
1. Medical Check Up oleh Dokter dari BP Healthcare.
2. Medical Consultation dengan dokter dari BP Healthcare.
3. Quantum Health Check Up dengan Biochemist GNE-HMP Sdn. Bhd.
4. Wisata kota Melaka (Historical Town), Melaka River Cruise & program berbelanja (bebas).
5. Tiket pesawat economy class : KLM (dari Jakarta), Air Asia (dari Solo, Medan,Surabaya)*
6. Transportasi dari Kuala Lumpur – Melaka – Kuala Lumpur.
7. Akomodasi Hotel di Melaka (twin sharing) selama 3 malam.
8. Makan pagi (hotel), makan siang, makan malam sesuai program.

Medical Check Up (BP Healthcare) yang meliputi:

KIMIA DARAH LENGKAP
1. Hemoglobin                       6. Hematokrit
2. Lekosit                              7. MVC
3. Hitung Jenis                       8. MCH
4. Eritrosit                             9. MCHC
5. Trombosit                       10. Laju Endap Darah

PROFILE HEPATITIS B
11. HBsAg                         12. HBsAb

PROFILE KOLESTEROL
13. Kolesterol                    16. LDL-Kolesterol
14. Trigliserida                   17. Rasio Kolesterol
15. HDL-Kolesterol

FUNGSI HATI
18. Bilirubin                       23. Alkali Fosfatase
19. Total Protein               24. SGOT
20. Albumin                      25. SGPT
21. Globulin                      26. GGT
22. Rasio A / G

FUNGSI GINJAL
27. Ureum                       29. Asam Urat
28. Kreatinin

GULA DARAH
30. Glukosa

GOLONGAN DARAH
31. ABO & System Rhesus (RH)

ANALISA URIN
32. Urine Rutin

DAN LAIN-LAIN
33. Sodium                     37. Total T4
34. Potassium                 38. VDRL
35. Kalsium                    39. Clorida
36. Fosfor                      40. Rematik Faktor

Hasil langsung keluar dalam 1 hari sehingga bisa langsung Medical Consultation dengan dokter dari BP Healthcare berkenaan dengan hasil Check Up.

Quantum Health Check Up di Melaka
Pemeriksaan Kesehatan Secara Holistik yang meliputi:
1. Basic Body Condition(Kondisi Dasar Tubuh)
2. Heart & Blood Function(Jantung & Sirkulasi Darah)
3. Respiratory Function(Fungsi Pernafasan)
4. Renal Function(Fungsi Ginjal)
5. Pancreas Function(Fungsi Pankreas)
6. Liver & Spleen(Liver/Hati & Limpa)
7. Hormone System(Sistem Hormon)
8. Gastrointestinal Function (Fungsi Lambung)
9. Immune Function(Fungsi Daya Tahan Tubuh)
10. Skin Condition(Kondisi Kulit)
11. Bone Condition(Kondisi Tulang)
12. Brain Function(Fungsi Otak)
13. Reproductive Function(Fungsi Reproduksi)
14. Toxic Scanning(Analisa Racun Tubuh)
15. Nutritional Condition(Kondisi Gizi)
16. Health Risk Prediction(Prediksi Resiko Kesehatan)
17. Emotional Condition(Kondisi Emosional)
18. Nutrition Suggestion(Saran Gizi)

Selasa, 15 Maret 2011

Pembesaran kelenjar gondok: Hipertiroid, Hipotiroid atau Tumor?

Kelenjar gondok atau disebut kelenjar tiroid, adalah kelenjar yang normalnya berlokasi dibagian tengah-depan dari leher kita. Ada tiga bagian yaitu : lobus kanan, lobus kiri dan lobus intermedius yang menghubungkan lobus kanan dan lobus kiri.
Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid berukuran kecil, dengan berat hanya 2-4 gram posisinya dileher depan bagian tengah dan tidak teraba. Sehingga pada leher orang normal tidak tampak tonjolan atau massa yang mengganggu pemandangan seperti apa yang kita lihat pada penderita gondok.
Fungsi kelenjar tiroid yaitu mengatur metabolisme tubuh, sehingga segala sesuatunya berjalan lancar dan normal didalam tubuh seseorang. Maka dikenal beberapa istilah seperti : eutiroid, hipertiroid dan hipotiroid.
Eutiroid adalah keadaan dimana besar dan fungsi kelenjar gondok dalam keadaan normal. Hipertiroid, berarti kelenjar gondok bekerja melebihi kerja normal sehingga biasanya kelenjar gondok membesar dan juga akan didapatkan hasil laboratorium untuk hormon TSH, T3 dan T4 yang berada diatas ambang normal. Hipotiroid kebalikan dari hipertiroid, disini kelenjar gondok bekerja dibawah normal, sehingga ketiga hormon tadi kadarnya didalam serum dibawah angka normal. Apa gejala dan dampak dari kelainan kelenjar gondok ini ?
Gejala hipertiroid biasanya : si penderita hiperaktif, tidak bisa diam. Badan berkeringat berlebihan, suhu tubuh hangat, jantung berdebar-debar, tangan sering gemetar, bola mata agak menonjol. Banyak bicara susah diam, makan banyak akan tetapi badan tetap kurus dan seterusnya.
Penderita hipotiroid umumnya badan suhunya dingin, lembab. Orangnya rada obese, malas bergerak dan malas bicara. Biasanya lidahnya tampak besar dan tebal. Makan tidak banyak, akan tetapi tubuhnya tambun. Semuanya kebalikan dari gejala hipertiroid.
Pada hipertiroid , peradangan kelenjar tiroid maupun adanya neoplasma atau tumor kelenjar gondok, maka kelenjar itu akan membesar, berupa benjolan atau massa yang bisa diraba pada leher tengah bagian depan. Ciri khasnya : benjolan itu akan turut bergerak saat penderita melakukan gerakan menelan. Artinya bila penderita disuruh melakukan gerakan menelan, maka si benjolan tadi bergerak keatas dan kebawah, sesuai dan mengikuti irama gerakan menelan si penderita.
Sakitkah benjolan tadi ? Jawabnya : ada yang sakit dan ada yang tidak. Tergantung jenis kelainan yang ditemukan, biasanya bila akibat peradangan akan dirasakan sakit atau nyeri. Nyeri disini bisa nyeri spontan, artinya nyeri tanpa dilakukan penekanan terhadap benjolan. Dan atau nyeri tekan, yaitu nyeri bila benjolan ditekan pada saat dilakukan pemeriksaan.
Apakah penderita merasakan demam ? Jawabnya : bisa ya dan bisa tidak. Biasanya demam dirasakan pada awal kemunculan massa di kelenjar gondok itu dan demam biasa dijumpai pada kasus peradangan. Sedangkan pada neoplasma atau tumor kelenjar tiroid, biasanya penderita tidak akan merasakan nyeri maupun demam.
Mengenai tumor tiroid, kita mengenal ada yang jinak dan ada yang ganas. Neoplasma jinak biasanya jenis struma adenomatosa dan adenoma folikuler tiroid. Sedangkan neoplasma ganas umumnya yang tersering adalah karsinoma tiroid papilliferum.
Penderita kelainan kelenjar gondok biasanya 80-90 persen adalah kaum hawa. Sedangkan laki-laki sangat jarang. Namun demikian, prosentase keganasan pada penderita kaum adam cukup tinggi sekitar 60-70 persen dari seluruh kasus penderita kelainan tiroid pada laki-laki.
Karena itu, khusus kepada kaum adam, sering-seringlah memeriksa leher bagian depan anda. Bila dicurigai ada yang tidak beres, segera kunjungi dokter terdekat agar segera dapat dilakukan pemeriksaan lab dan lain-lain. Apabila fasilitas ada, dokter yang paling tepat menangani kelainan pada kelenjar gondok ini adalah dokter spesialis penyakit dalam (internist),  sub-divisi Endokrinologi.

sumber: Dr. Sukama Melati

Kamis, 03 Maret 2011

BISAKAH KURANG MINUM MEMICU SERANGAN JANTUNG?

Anjuran untuk sering-sering minum air putih punya banyak manfaat. Selain menjaga tubuh dan pikiran tetap bugar, kadar air dalam tubuh yang senantiasa terjaga juga bisa mengurangi risiko serangan jantung akut.

Sekitar 70 persen tubuh manusia terdiri dari air sehingga air memegang peran penting dalam menjaga kesehatan. Nutrisi-nutrisi penting dalam makanan hanya bisa diserap jika sel-sel dalam tubuh memiliki cukup air untuk melarutkannya.

Komponen tubuh yang paling banyak mengandung air adalah darah, dengan komposisi air sekitar 85 persen. Apabila kadar air dalam tubuh berkurang, darah akan mengental dan membuat peredaran darah menjadi tidak lancar.

Berkurangnya kadar air dalam tubuh antara lain dipicu oleh keluarnya keringat saat beraktivitas. Jika tidak diimbangi dengan minum air putih, maka dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan darah mengental dan peredarannya tidak lancar.

Darah yang mengental juga punya risiko lebih tinggi untuk membentuk endapan di pembuluh darah. Saat melewati pembuluh-pembuluh halus yang menuju jantung, endapan itu bisa saja menyumbat dan menyebabkan serangan jantung akut.

Hal ini dijelaskan oleh Dr dr Saptawati Bardosono, MSc atau biasa dipanggil dr Tati, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam jumpa pers bertema "Waspada Dampak Dehidrasi Ringan Terhadap Kinerja, Kognitif dan Mood" di Hotel Le Meredien Jakarta, Rabu (9/2/2011).

Meski demikian, dr Tati mengatakan risiko untuk mengalami serangan jantung hanya karena kurang minum saja sangat kecil. Biasanya itu terjadi jika seseorang sejak awal memang sudah memiliki gangguan pada jantung atau sistem peredaran darahnya, lalu dehidrasi atau kurang cairan akan memperparah kondisinya.

Dampak yang sesungguhnya lebih butuh perhatian adalah berkurangnya kemampuan kognitif dan mood atau suasana hati. Dehidrasi ringan dengan tingkat keparahan 1,4 persen pada pria atau 1,3 persen pada wanita sudah bisa membuat kemampuan kognitif atau berpikir seseorang terganggu.

Dehidrasi ringan hingga sedang juga bisa mempengaruhi emosi dan suasana hati. Gejalanya antara lain mudah tersinggung, marah-marah, gelisah dan mudah panik. Akibatnya orang itu menjadi lebih mudah stres dan mengalami gejala lain yang menyertainya seperti sakit kepala.

"Jika mengalami sakit kepala, jangan buru-buru minum obat. Coba dulu minum 2-3 gelas air putih, lalu tunggu 20 menit. Jika sakit kepala itu dipicu oleh dehidrasi ringan, maka akan sembiuh dengan sendirinya. Kalau tidak sembuh, baru boleh minum obat," ungkap dr Tati.

(up/ir)
Sumber : Detik.com
Penulis : AN Uyung Pramudiarja

Selasa, 15 Februari 2011

Begadang Jangan Begadang... Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

LOS ANGELES - Benar kata lagu Rhoma Irama, tentang larangan begadang kalau tiada perlunya. Para ilmuwan di Warwick University mengibaratkan begadang seperti tengah membakar lilin di kedua ujungnya. "Begadang meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung atau memicu kedua penyakit ini," demikian simpulan penelitian mereka.

Mereka menemukan bahwa kurang tidur kurang dari enam jam meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung oleh hampir 50 persen, dan risiko kematian akibat stroke sebesar 15 persen.

Francesco Cappuccio, profesor kedokteran jantung dan epidemiologi, dan Dr Michelle Miller, seorang dosen dalam ilmu klinis, membuat kesimpulan setelah mengamati 470 ribu orang dari delapan negara, berusia antara tujuh hingga 25 tahun. Penelitian mereka telah dipublikasikan dalam European Heart Journal.

Prof Cappuccio menyadari, begadang kerap tak terhindarkan dalam kehidupan masyarakat modern, yang semua dituntut serba cepat. Pekerjaan kantor, kerap dibawa pulang karena harus selesai keesokan harinya.

"Tapi dalam melakukannya, kami secara signifikan meningkatkan risiko menderita stroke atau mengembangkan penyakit kardiovaskuler yang pada gilirannya akan berujung pada serangan jantung," katanya.

Jika seseorang tidur kurang dari enam jam per malam atau mengalami susah tidur, maka dia berkesempatan 48 persen lebih besar untuk mengalami kematian akibat penyakit jantung dan 15 persen kesempatan lebih besar untuk terkena serangan stroke.

"Kecenderungan untuk begadang sebenarnya merupakan bom waktu bagi kesehatan kita jadi Anda perlu bertindak sekarang untuk mengurangi resiko terkena kondisi ini yang mengancam jiwa kita," katanya.

Jumlah optimum waktu untuk tidur adalah antara tujuh hingga delapan jam, katanya. Ketika tidur lebih dari sembilan jam bisa menjadi indikator masalah kesehatan lainnya.

Para ilmuwan tidak jelas tentang bagaimana sebenarnya kurang tidur merusak sistem kardiovaskular, atau hubungan kausal keduanya. Tetapi Prof Cappuccio mengatakan ada bukti bahwa itu mempengaruhi sistem endokrin, yang mengatur produksi hormon.

Hal ini juga bisa mengakibatkan gangguan toleransi glukosa dan berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang dapat mengakibatkan diabetes, serta tekanan darah tinggi.

Tahun lalu Prof Cappuccio menerbitkan sebuah review dari 16 studi melibatkan total 1,3 juta orang, yang menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam 12 persen lebih mungkin meninggal sebelum usia 65, dibandingkan mereka yang tidur antara tujuh dan delapan jam.

Dr Sharlin Ahmed, dari Asosiasi Stroke, berkata tidur baik terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat merusak kesehatan kita. "Studi ini menyoroti pentingnya mendapatkan enam sampai delapan jam secara teratur untuk tidur; kurang atau lebih dari ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke," katanya. Ia berharap ada penelitian lanjutan dalam hal ini.

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: republika.co.id

Selasa, 08 Februari 2011

Kenali Gejala Serangan Jantung

Keluhan serangan jantung tidak selalu seperti yang kita saksikan di layar sinetron saat aktor berakting memegang dada kiri, sementara mata mendelik, badan membungkuk, lalu tersungkur ke lantai.

Terdapat berbagai ragam keluhan serangan jantung dan gejalanya tidak sama pada tiap orang, terutama pada perempuan.

Serangan jantung yang dalam bahasa medis disebut acute miocard infark terjadi karena adanya sumbatan gumpalan darah di pembuluh koroner. Ada banyak hal yang bisa memicu serangan jantung, termasuk faktor usia, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, konsumsi alkohol, stres, merokok, dan pola makan yang tidak sehat.

Untuk mengenali potensi serangan jantung sedini mungkin, kenali tanda-tanda penting gangguan jantung berikut ini:

Kelelahan dan sesak napas 
Rasa lelah yang berlebihan dan napas pendek-pendek adalah dua tanda yang coba dikirimkan tubuh agar Anda segera beristirahat. Namun, gejala ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung sebagai respons tekanan ekstra pada jantung.
Bila Anda sering mengeluh kelelahan tanpa penyebab yang jelas, itu bisa jadi tanda ada sesuatu yang salah pada tubuh. Napas pendek-pendek dan kelelahan ini paling sering dialami perempuan dan terjadi sebulan sebelum serangan jantung.

Keringat dingin.
Berkeringat lebih dari biasanya, terutama jika Anda tidak sedang melakukan aktivitas, bisa menjadi gejala awal masalah pada jantung. Hal ini terjadi karena tubuh bekerja keras memompa darah melewati sumbatan di koroner sehingga tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak untuk menjaga temperatur tubuh.

Mual, muntah, dan nyeri perut 
Keluhan serangan jantung biasanya disertai rasa mual, muntah, dan keringat dingin sehingga disalahartikan sebagai masuk angin. Akibatnya, penderita tidak dibawa ke rumah sakit. Pertolongan yang semestinya segera diberikan menjadi terlambat.

Nyeri dan rasa tertekan di dada 
Meski tidak semua serangan jantung memiliki gejala nyeri dada, tanda ini paling sering dikenali sebagai serangan jantung. Nyeri dada yang dialami digambarkan seperti sensasi tertekan benda berat atau gajah menginjak dada.

Nyeri di seluruh tubuh 
Rasa nyeri dan kaku di seluruh tubuh juga sering dialami orang yang pernah mengalami serangan jantung. Kebanyakan mengalami rasa nyeri dan kebas di tangan kiri. Namun, nyeri ini juga bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti atas perut, pundak, punggung, bahkan rahang.

Pertolongan pertama 
Ketika terjadi serangan jantung, segeralah membawa pasien ke rumah sakit. Bila memungkinkan, berilah pasien aspirin untuk dikunyah. Tujuannya adalah melancarkan bekuan darah.

Sumber : Kompas.com

Senin, 07 Februari 2011

Waspadai Meninggal Mendadak Usai Olahraga

Melakukan gerak badan secara teratur banyak disarankan untuk mengurangi penyakit kardiovaskular. Namun, tidak sedikit orang yang justru terkena serangan jantung setelah berolahraga. Sebelumnya, seniman Betawi Benyamin S dan pelawak Basuki meninggal saat bermain bola. Terakhir, aktor sekaligus politisi Partai Demokrat Adjie Massaid menghembuskan nafas terakhir usai bermain futsal.

Serangan jantung yang timbul usai berolahraga itu, menurut dr.Grace Tumbelaka, Sp.OK, biasanya terjadi pada orang yang punya risiko penyakit jantung atau pada mereka yang jantungnya tidak terlatih namun nekat berolahraga.

"Coba perhatikan orang-orang yang mengalami kematian mendadak itu, biasanya mereka sudah tidak muda lagi dan karena kesibukannya tidak bisa menyempatkan olahraga secara rutin," papar dr.Grace, ahli kedokteran olahraga ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/2/2011).

Ia menambahkan, setiap olahraga permainan, seperti basket, sepak bola, tenis, atau futsal, memiliki sifat yang hampir sama. "Yang menyebabkan serangan jantung adalah karena jantungnya tidak terlatih. Kalau seseorang sudah biasa olahraga sejak muda, tidak terputus dan rutin dilakukukan tiga kali seminggu, maka mengalami efek akibat olahraga lebih kecil," katanya.

Karena itu, ia menyarankan agar setiap orang yang sudah berusia 40 tahun melakukan pemeriksaan kesehatan untuk menentukan jenis latihan yang tepat. "Di usia ini rata-rata orang punya risiko penyakit jantung," imbuhnya.

Grace menambahkan, setiap tahapan usia memiliki tingkat latihan dan porsi tersendiri, terutama intensitasnya.

"Saat berolahraga, kebutuhan jantung akan oksigen meningkat dan jantung akan memompa lebih keras lagi. Jika sebelumnya sudah ada sumbatan di pembuluh darah, ini bisa membuat kebutuhan oksigen jantung tidak tercukupi," kata dokter yang pernah menangangi tim Pelatnas PBSI ini.

Untuk mereka yang telah berusia paruh baya, pemeriksaan prepartisipasi wajib dilakukan. "Pemeriksaan ini sekarang baru dilakukan para atlet, padahal ini bisa dilakukan semua orang untuk menentukan jenis olahraga yang tepat," paparnya.

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, olahraga seharusnya dilakukan dengan tepat dan diawasi sehingga tidak berlebihan.

Sumber : Kompas.com

Sabtu, 05 Februari 2011

Apakah Anda Berisiko untuk Meninggal Mendadak?

Setiap tahun, lebih dari 200.000 warga Amerika menderita serangan jantung tanpa mereka sadari. Tahukah bahwa Anda sedang menderita serangan jantung? Mungkin tidak, menurut studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine. Dengan teknologi baru heart-imaging, peneliti dari Duke University menemukan bahwa serangan jantung "silent" tanpa gejala, mungkin jauh lebih sering terjadi dan lebih berbahaya daripada yang diduga sebelumnya. 

Serangan jantung diam-diam atau silent ini sering kali tidak terasa sakit. Bahkan biasanya tanpa gejala khusus sama sekali. Satu-satunya cara untuk mengenalinya secara pasti adalah dengan mengunakan elektrokardiogram yang akan mendeteksi aktivitas listrik abnormal di dalam jantung. Namun masalahnya, beberapa dokter hanya akan melakukan tes ini – yang juga dikenal sebagai ECG atau EKG – apabila mereka mencurigai adanya masalah/keluhan pada jantung pasien. 

Para peneliti dari Duke University meneliti 185 pasien penyakit jantung yang tidak memiliki riwayat serangan jantung sebelumnya. Ternyata dari penelitian ditemukan bahwa 35 orang dari 185 pasien tersebut atau hampir 20 persennya, pernah menderita serangan jantung “silent”. 

Dua tahun kemudian, para peneliti menindaklanjuti temuan tersebut. Hasilnya: Para pasien yang menderita serangan jantung “silent”, memiliki kemungkinan untuk meninggal mendadak akibat gangguan fungsi jantung, 17 kali lebih besar dibandingkan dengan pasien yang tidak. "Ini menunjukkan bahwa serangan jantung “silent” memiliki peranan yang sangat penting," ujar Han Kim, MD, peneliti utama dalam penelitian tersebut. "Hasil penelitian ini akan digunakan sebagai dasar untuk menetapkan cara terbaik dalam merawat pasien." 

Lalu bagaimana Anda menjaga jantung Anda tetap sehat? Ketahui faktor risiko yang anda miliki dan ambil langkah yang tepat untuk menghindarinya - karena muda dan sehat bukan berarti Anda tidak berisiko untuk mati mendadak. 

Seawal mungkin Anda melakukan diet jantung sehat dan berolahraga, semakin lama Anda dapat memperpanjang harapan hidup, kata Eric Topel, MD, direktur Scripps Translational Sains Institute. Itu berarti melakukan olahraga selama 30 menit lima kali seminggu, dan menjaga berat badan ideal, tingkat kolesterol (LDL di bawah 160 mg/dl, HDL setidaknya 40 mg/dl), dan tingkat triglyceride (di bawah 199 mg/dl). 

Jaga jantung Anda, dan pastikan Anda melakukan elektrokardiogram setiap 5 tahun sekali setelah usia 35 tahun.
Sumber: Men’s Health

Rabu, 02 Februari 2011

Gawat Kanker Hati Sulit Terdeteksi

Meski bukan pembunuh nomor wahid di dunia, kanker hati patut diwaspadai. Pasalnya, sebagian besar kasus kanker hati diketahui ketika sudah berstadium lanjut. Artinya, tahapan awal dari perkembangan kanker hati sulit terdeteksi.

Sulitnya kanker hati tediagnosa karena peran hepatitis. Penyakit yang berawal dari infeksi virus pada hati ini boleh dibilang merupakan pembunuh diam-diam karena banyak orang yang tidak mengetahui dirinya terinfeksi sehingga terlambat dan terinfeksi seumur hidup.

Infeksi tersebut kemudian berproses membentuk jaringan ikat pada hati menimbulkan benjolan dan gangguan pada fungsi. Dalam jangka panjang gangguan itu menyebabkan penderita mengalami sirosis serta kanker hati.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan hingga saat ini sekitar dua milyar orang terinfeksi virus hepatitis B di seluruh dunia dan 350 juta diantaranya berlanjut jadi infeksi hepatitis B kronis. Diperkirakan, 600.000 orang meninggal dunia per tahun karena penyakit itu. Di Indonesia, angka kejadian infeksi hepatitis B kronis diperkirakan mencapai 5-10 persen dari jumlah penduduk.

Prof. dr.Ali Sulaiman, Sp.PD-KGEH, guru besar dari Divisi Hepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara “Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker Hati Dengan Terapi Target” yang diadakan oleh Bayer di Jakarta, Selasa (1/2) memaparkan di Indonesia, 70 persen pasien kanker hati terjadi akibat hepatitis B.

Ali menjelaskan proses hepatitis menjadi kanker boleh dibilang butuh waktu panjang. Di awal, virus hepatitis B akan masuk ke dalam tubuh yang kemudian virus tersebut merusak dan merangsang sel-sel beraktivasi.

Akibatnya, sel-sel itu membentuk benjolan pada hati yang bila dibiarkan akan menjadi sirosis hingga kanker hati.”Proses ini juga dipengaruhi gen dalam riwayat keluarga yang ternyata memiliki penyakit hepatitis. Selain itu, faktor lainnya adalah obesitas, perlemakan hati, diabetes, merokok, konsumsi alkohol dan penggunaan steroid anabolik jangka panjang,” paparnya.

Ali menambahkan virus hepatitis B merupakan penyakit menular. Virus hepatits B dapat menyebar dan menulari individu lain melalui darah, air seni, tinja dan cairan mani dan cairan vagina. Penyakit ini juga bisa ditularkan dari ibu kepada bayinya.

“Ibu yang positif hepatitis B memiliki resiko 90 persen menularkan virus pada bayinya. Apalagi bila si bayi tidak langsung divaksin,” katanya. Menurut dia, cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit ini adalah dengan vaksinasi hepatitis B, mencegah perilaku seksual tidak aman, serta meningkatkan kebersihan perorangan.

Tak hanya itu, Ali juga memaparkan bahwa sebagian besar penderita penderita kanker hati dan hepatitis merupakan kaum pria. Menurutnya, merujuk pada data terakhir jumlah perbandingan dengan perempuan sebesar 3:1 hingga 5:1.

Sampai saat ini, dikatakan Ali, penyebab pasti mengapa laki-laki lebih banyak menderita kanker hati dan hepatitis masih belum jelas betul. Namun, ia menduga hal itu disebabkan adanya perbedaan hormonal, intensitas kegiatan laki-laki yang banyak menghabiskan wkatu diluar.

Ada juga yang mengatakan perempuan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibanding laki-laki. “Itulah faktanya, laki-laki lebih banyak menderita kanker hati dan hepatitis,” paparnya.

Sumber: Republika.co.id
Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Rep: Agung Sasongko

Jumat, 14 Januari 2011

Waspadai, Obat Penghilang Nyeri Tingkatkan Risiko Stroke & Serangan Jantung

Bagi anda yang kerap menggunakan obat penghilang rasa sakit, sebaiknya berhati-hati. Obat analgesik itu ternyata dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke ketika diasup dalam dosis besar atau dikonsumsi dalam jangka panjang, demikian menurut riset terbaru.

Pakar menganalisa lebih dari 30 uji klinis terhadap lebih dari 116 pasien untuk memeriksa efek obat penghilang rasa sakit terhadap kesehatan masyarakat.

Kecemasan itu erkait dengan obat anti-peradangan non steroid maupun anti-peradangan erbaru dikenal sebaga penghambat Cox-2. Dokter secara berkala meresepkan obat jenis itu sebagai perawatan kondisi nyeri, termasuk kepada pasien yang mengalami nyeri sendi akibat osteoarthritis.

Pada resep, obat diberikan dalam dosis lebih besar ketimbang obat-obat yang mudah dibeli di apotik, yang biasa digunakan untuk sakit kepala, demam dan nyeri.

Studi yang telah diterbitkan di British Medical Journal, menemukan bahwa obat jenis lumiracoxib dapat meningkatkan risiko sakit jantung, sementar ibuporofen terkait dengan risiko tertinggi pada stroke.

Lalu tipe diclofenac hampir meningkatkan risiko hingga tiga kali lipat. Sementara gabungan antara etoricoxib dan diclofenac diidentikkan dengan peningkatan risiko kematian akibat gangguan jantung, hingga empat kali lipat.

Para peneliti dari Universitas Bern, di Switzerland mengatakan, meski masih ada unsur ketidakpastian, namun hanya ada sedikit bukti yang menyatakan bahwa obat-obat yang diperiksa itu aman dalam soal pemicu gangguan jantung.

Dalam editorial jurnal tersebut, guru besar dari departemen pengobatan pencegahan di Nashville, Wyne Ray, mengatakan Naproxen terlihat yang paling kecil memicu risiko. "Risiko gangguan jantung perlu diperhatikan seksama ketika dokter meresepkan obat anti-peradangan non-steroid," ujarnya

Secara keseluruhan jumlah serangan jantung dan stroke yang dilaporkan termasuk rendah bila dibanding jumlah pasien. Dalam 29 uji klini, total terdapat 554 serangan jantung, sementara dalam 26 uji klinis terdapat 377 kasus stroke. Lalu dalam 28 uji klini hanya ada 676 kasus kematian.

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
sumber: reublika.co.id

Kamis, 02 Desember 2010

Produk PT GNE untuk Kesehatan Holistik Anda

KATALOG PRODUK PT GNE INDONESIA
(Harga sewaktu-waktu dapat berubah. Untuk harga terbaik  
hubungi +628812864 714, atau kirim email ke biofirioni@gmail.com)

Liontin BIOFirion(R)
hitam @Rp 1.350.000
putih @Rp 1.290.000

Gelang BIOFirion Jade
hitam/ putih, 12 butir
Rp 750.000,-

Kalung BIOFirion(R)
Oval. Hitam/Putih, 66 Butir
Rp 1.880.000.

Gelang BIOFirion(R)
putih, 22 butir, 
bulat dan octagon.
Rp 599.000,-..
Kalung Bo FIR
63 butir, puith, silinder
@Rp 1.350.000


+ Lavender Aromatherapy, 
Single @Rp 4.880.000, 
Double @Rp 7.280.000.



@Rp 4.500.000
Mesin Air RO + Bio FIR, 
Rp 6.980.000.

Cyano Spirulina
1000 tablet @Rp 750.000, 
300 tablet @Rp262.500, 
150  tablet @rp 150.000
Gold G Sea Cucumber
botol 320 ml @ Rp 171.000
sachet 10 x 21 ml @Rp 125.000

Colostrum Gold-Milk IgG DHA,
sachet 5 x 15 gr @Rp 62.500



Gold Shape Natural Fiber, 
sachet 5 x 20 gr @Rp 165.000
Gold Green Brazil Propolis 
10ml @Rp 238.000



(Rena G, Eli G, Bloc G, Flus G)
4x 60 kapsul  @Rp 900.000


10 capsul :@Rp 206.000
Gold Herbs,
10 cpasul @Rp 595.000
30 x 5 gr @Rp 198.000

Jumat, 26 November 2010

Kombinasi Aerobik dan Angkat Beban Ampuh Redakan Diabetes

Baton Rouge, Louisiana, Gaya hidup sehat termasuk olahraga secara rutin sangat disarankan untuk menjaga kadar gula pada penderita diabetes tipe-2. Jenis olahraga yang memberikan efek paling bagus adalah kombinasi aerobik dan angkat beban sekaligus.

Apapun jenisnya, olahraga membutuhkan energi yang dihasilkan dari pembakaran kalori. Sumber kalori antara lain berasal dari gula, yang pada penderita diabetes tipe 2 kadarnya akan terus meningkat bila tidak digunakan untuk menghasilkan energi.

Aerobik sangat efektif untuk membakar kalori, sekaligus baik untuk menjaga ritme jantung dan kesehatan paru-paru. Angkat beban juga dianjurkan sebab olahraga ini membutuhkan energi cukup besar meski lebih ditujukan untuk membentuk dan melatih kekuatan otot.

Manfaat paling besar akan didapatkan apabila kedua jenis olahraga ini dikombinasikan, tidak dilakukan secara terpisah. Tanpa harus menambah durasi latihan, manfaat olahraga akan meningkat cukup signifikan ketika keduanya dilakukan sekaligus.

Hal itu dibuktikan oleh hasil penelitian para ahli di Louisiana State University. Pada partisipan yang melakukan kombinasi aerobik dan angkat beban selama 9 bulan, kadar glukosa yang ditunjukkan dengan level HbA1 turun dari 7,7 persen menjadi 7,3 persen.

"Temuan ini cukup masuk akal, sebab penggunaan gula paling besar adalah untuk menggerakkan otot. Makin sehat otot kita, makin banyak gula yang digunakan," ungkap Dr Timothy S Church yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari NY Times, Kamis (25/11/2010).

Dalam penelitian itu, kedua jenis olahraga dikombinasikan dengan aturan sebagai berikut. Aerobik dilakukan secara rutin setiap hari masing-masing 100 menit, lalu diselingi latihan beban sebanyak 2-3 kali seminggu masing-masing 15-20 menit.

(ir/ir)

sumber: Vera Farah Bararah,AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


Artikel Terkait:
Dr. F. Liana Wanane: "Sembuh dari Alergi, Diabetes, Herpes dan Hipertensi"
Sih Prasetyorini: 11 Tahun Menderita Penyakit Diabetes Mellitus
Gold Green Brazil Propolis: Membantu menurunkan tingkat gula darah
Bio Far Infra Red (FIR): Membantu Mengontrol tingkat gula darah
Gold Natto: Mencegah penyumbatan darah
BIOFirion®: Membantu mencegah dan meringankan diabetes.
Gold- G Sea Cucumber Jelly: membantu mencegah dan mengatasi diabetes mellitus

Jumat, 19 November 2010

WASPADAI SERANGAN KANKER DARAH PADA ANAK

"Leukemia adalah sejenis kanker yang paling banyak diidap anak-anak," kata dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Edi Setiawan Tehuteru.

Kini, kanker memang tak hanya menjadi momok bagi orang dewasa saja, anak-anak pun kini sudah mulai diserang penyakit tersebut. Di Indonesia, terdapat 41.000 kasus kanker pada anak per tahunnya. Dan, tercatat, 10% kasus kematian anak-anak Indonesia disebabkan kanker dan berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Di tahun 2008, kasus kanker anak baru di Rumah Sakit Kanker Dharmais
adalah leukimia (kanker darah) sebanyak 16 kasus, retinobtastoma (kanker mata) sebanyak tujuh kasus, dan kanker otak juga tujuh kasus.

Bahayanya, kanker seringkali tidak menunjukkan gejala yang berarti jika masih ada pada stadium awal, sehingga banyak orang yang tidak mengira anggota keluarganya menderita kanker. Padahal, kanker yang terjadi pada anak bisa disembuhkan asal dideteksi lebih dini atau scat stadium awal.

Namun, tidak semua kanker pada anak bisa dicegah atau dideteksi dini. Leukemia, misalnya, hanya bisa dicegah dengan memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif. Selain susah dideteksi, penyebab leukimia pada anak juga belum bisa dipastikan sampai saat ini. Para ahli menduga, faktor genetik, paparan zat kimia, zat pengawet makanan, dan virus menjadi pemicu seorang anak menderita leukemia.

Penyakit leukemia cukup membahayakan kelangsungan hidup sang anak. Soalnya, pada penderita leukemia, sel darah putih meningkat secara abnormal dan mendesak sel darah lain. Alih-alih bekerja sebagai benteng pertahanan penyakit, sel darah putih yang tidak normal ini akan menghancurkan sel darah lainnya.

Kelainan darah
    Kelainan sel darah tak hanya menyebabkan penyakit kanker saja, tapi juga bisa menyebabkan penyakit lain seperti talasemia dan hemofilia.

"Berbagai kelainan darah ini bisa menyebabkan anemia atau kurang darah,'' kata dokter spesialis hematologi anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumc (RSCM), Pustika Amalia Wahidiyat.

Pada penderita talasemia, sel darah merah mudah pecah sehingga darah tak bisa melakukan tugasnya dengan baik. "Tanpa pengobatan, penderita talasemia hanya bisa hidup maksimal sampai sepuluh tahun," kata Pustika.

Secara klinis, talasemia dibagi tiga jenis, yaitu mayor, intermedia, dan minor. Tubuh penderita talasemia mayor tidak bisa membentuk sel darah merah sehingga harus mendapatkan transfusi darah seumur hidup. Biasanya, transfusi dilakukan satu sampai dua kali dalam sebulan.

Penderita talasemia intermedia membutuhkan transfusi namun tidak sesering penderita mayor. Sedangkan penderita minor hanya membawa sifat (trait) sehingga tidak mengalami gejala klinis yang berat.

Ada pun hemofilia dikenal sebagai penyakit darah sukar membeku. Pada penderita hemofilia, luka ringan akan menjadi berat karena darah sukar membeku dan akan terns mengucur. Selain darah sulit membeku, penderita hemofilia juga kerap mengalami pendarahan di bawah kulit atau memar jika melakukan pekerjaan berat.

(Sanny Cicilia Simbolon/Kontan)
Dikutip sebagian dari Kompas.com

Artikel Terkait:
BIOFirion®: Menghambat pertumbuhan sel-sel kanker
Bio Far Infra Red (FIR): Menghambat pertumbuhan sel-sel kanker
Gold Natto: membantu mencegah kanker
Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati
Gold Green Brazil Propolis: Anti tumor dan kanker alami
Kanker Tak Bisa Tumbuh dalam Darah Ber-pH Basa
Cyano Spirulina : Meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kanker dan radikal bebas.
Gold- G Sea Cucumber Jelly: zat anti kanker alamiah.

Kamis, 18 November 2010

Yuk, Hindari Sakit Jantung dengan Pola Hidup Sehat

Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah terkena penyakit jantung yang merupakan salah satu penyakit mematikan yang menempati urutan teratas dibanding jenis penyakit lainnya.

Dokter spesialis jantung, Rumah sakit Umum dr Pirngadi Medan, dr Amran Lubis SpJP di Medan, Kamis, mengatakan, masyarakat hendaknya dapat menghindari hal-hal yang dapat mengakibatkan berpotensinya terserang penyakit jantung. Seperti misalnya dengan menghindari merokok, makanan yang mengandung lemak secara berlebihan, memakan makanan siap saji yang mengandung kolesterol tinggi selalu mengendalikan tekanan darah.

"Selain itu, hindari pekerjaan yang membuat kita stress fisik dan psikis. Kurangi berat badan bagi yang gemuk serta lakukan aktivitas olahraga minimal seminggu tiga kali selama 30 menit," katanya.

Ia mengatakan, penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling menonjol dibandingkan jenis penyakit lainnya. Dewasa ini masyarakat yang terkena penyakit jantung juga cenderung mengalami peningkatan.

Di Pirngadi saja, sejak Januari hingga Agustus 2010, sedikitnya ada 6.790 pasien yang mengeluhkan adanya gangguan pada jantungnya. Pasien ini merupakan masyarakat Kota Medan dan di luar daerah yang berobat ke Pirngadi guna mendapatkan tindakan medis terhadap gangguan kesehatannya. "Untuk itu selalulah menerapkan pola hidup sehat kalau tidak mau terkena berbagai penyakit terutama penyakit jantung," katanya.

Menurut dia, jantung merupakan organ tubuh yang berharga bagi manusia, meskipun besarnya hanya sebesar kepalan tangan. Tetapi jantung sangat penting bagi manusia karena berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh.

"Biasanya kelompok umur yang rentan terkena penyakit jantung untuk pria yakni berumur 40 tahun ke atas, sedangkan untuk wanita setelah menopause. Di Pirngadi tiap harinya rata-rata ada 200-an pasien yang mengalami gangguan pada jantung yang berobat," katanya.

Dokter spesialis jantung lainnya, Abdullah Afif Siregar, mengatakan, kemajuan teknologi kedokteran dalam pengobatan jantung semakih hari semakin maju, mulai dari pemasangan stent, pemasangan pacu jantung, ganti katup jantung sampai dengan operasi jantung.

"Tetapi itu semua memerlukan biaya yang sangat mahal. Sudah selayaknya kita mencegahnya, karena mencegah lebih baik daripada mengobati, dan biaya pencegahan lebih murah daripada pengobatan," katanya.
Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Republika online

Artikel terkait:
 Gold Natto: Menjaga Kesehatan Jantung Secara Alami
10 KOMPONEN DARAH PENANDA RISIKO SERANGAN JANTUNG
Berkat BIOFirion®, Saya Sudah Jarang Minum Obat dan Jantung Tidak Terasa sakit
ANCAMAN DARI SI PEMBUNUH NO.1 DUNIA
Dokter Vonis Operasi By Pass Jantung Saya
Hj Awik Sambada: saya menderita kolesterol, asam urat, syaraf mengkerut dan jantung
Gold Green Brazil Propolis: Membantu mengatasi penyakit jantung
Mengenal Kelainan Jantung Bawaan

Kamis, 11 November 2010

Dalam sebulan, Saya Terbebas dari Stroke Ringan

Nama: Stanislaus Stanley
Umur : 27 tahun
Kota: Jakarta
Keluhan: Stroke Ringan
Produk : Gold Natto, Gold- G Sea Cucumber Jelly

Hasil dan manfaat yang dirasakan:
Di pertengahan Desember 2007, tanpa saya sadari, saya terkena stroke ringan. Saat saya sedang berbincang-bincang, tiba-tiba teman mengatakan bahwa mulut saya miring ke kiri.. Saya kaget dan langsung bercermin, ternyata benar. Hal ini sangat mengejutkan saya, dan keesokan harinya mata kanan saya tidak bisa berkedip. Makan dan minumpun menjadi sulit dan mata terasa perih sekali. Saya menemui akupunturist beberapa kali tetapi perubahannya sangat sedikit sekali. Saya sempat berfikir, kalau saya tidak akan normal kembali. Kemudian saya bertemu dengan Mr. Seah dan beliau langsung menganjurkan saya untuk mengkonsumsi Gold Natto sebanyak 2 kapsul setiap malam menjelang tidur. Setelah 2 hari saya konsumsi, saya mulai merasakan mata kanan saya mulai bisa berkedip lagi tapi gerakannnya sangat lambat sekali dan hanya sesekali saja. Keesokan harinya, frekuensi berkedipnya lebih sering tapi masih dalam gerakan yang lambat. Satu minggu kemudian, mulut saya sudah tidak terlihat miring ketika berbicara dan saya mulai bisa makan dan minum meskipun masih ada sedikit kesulitan.  Setelah lebih kurang 2 minggu, mata saya sudah bisa berkedip secara normal, makan dan minum sudah dapat dilakukan secara sempurna. Akhirnya kondisi saya (mata dan mulut) kembali normal setelah 1 bulan saya mengkonsumsi Gold Natto. Untuk mempercepat penyembuhan saya juga mengkonsumsi Gold- G Sea Cucumber Jelly 3x 2 sendok makan sehari. Terima kasih kepada GNE yang telah mengembalikan kondisi saya seperti semula.

Sumber:  Testimoni Produk GnE

10 KOMPONEN DARAH PENANDA RISIKO SERANGAN JANTUNG

Bagi dokter jantung, darah ibarat bola kristal yang selalu bisa meramalkan risiko serangan jantung pada pasiennya. Selain dari tekanan darah, risiko tersebut juga bisa dilihat dari kadar komponen-komponen di dalamnya.

Darah yang kotor bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, sehingga aliran darah terhambat. Penyumbatan itu bisa menyebabkan kegagalan fungsi jantung, bahkan juga bisa memicu stroke jika terjadi pada aliran darah ke otak.

Dikutip dari AskMen, Rabu (10/11/2010), berikut ini adalah beberapa komponen darah yang bisa meramalkan kondisi kesehatan jantung.

Apolipoprotein B (apo B)
Protein ini merupakan petunjuk kadar LDL atau kolesterol jahat di dalam darah. Kadar LDL penyakit jantung dan pembuluh darah.

Apolipoprotein E4 (apo E4)
Kemampuan tubuh untuk merespons perubahan pola makan ditunjukan dengan kadar apo E4 di dalam darah. Tes untuk mengukur kadar komponen ini dapat memprediksi risiko serangan jantung yang sebenarnya, lebih akurat dibanding apo B.

Chlamydia pneumoniae
Bakteri ini sebenarnya adalah penyebab utama radang paru-paru atau pneumonia. Namun keberadaannya di dalam darah bisa menunjukkan risiko tinggi untuk mengalami serangan jantung koroner.

C-reactive protein (hs-CRP)
Protein ini merupakan komponen darah yang menunjukkan adanya inflamasi atau radang yang terjadi di pembuluh darah arteri. Dibandingkan kadar LDL, kadar hs-CRP 2 kali lebih akurat memperkirakan risiko serangan jantung.

Fibrinogen
Ketika terjadi luka, komponen ini bertanggung jawab untuk menghentikan darah yang mengucur dengan cara membekukan darah di permukaan luka. Jika ditemukan dalam kadar tinggi di dalam pembuluh darah, besar kemungkinannya untuk terjadi penyumbatan yang memicu stroke atau serangan jantung.

HDL2b
Komponen ini merupakan jenis kolesterol baik (HDL) yang memberikan perlindungan terbaik bagi jantung dengan cara menyingkirkan kolesterol jahat (LDL). Seseorang berada dalam risiko tinggi untuk mengalami serangan jantung jika kadar HDL2b di dalam darah sangat kecil.

Homocysteine
Merupakan produk sampingan dari metabolisme asam amino yang dihasilkan secara alami di dalam tubuh dan akan dibuang jika sudah tidak dibutuhkan. Apabila kadarnya di dalam darah sangat tinggi, artinya ada gangguan metabolisme yang bisa memicu serangan jantung.

Lipoprotein (a) [Lp(a)]
Keberadaan protein ini di dalam darah menunjukkan peningkatan risiko serangan jantung sebesar 300 persen, bahkan ketika komponen darah lainnya berada dalam level normal.

Small Dense LDL
Merupakan jenis kolesterol jahat (LDL) dengan ukuran paling kecil dan lebih padat dibandingkan LDL yang lain. Seseorang yang memiliki kadar small dese LDL tinggi punya risiko lebih besar untuk mengalami serangan jantung.

(up/ir)

Sumber : detik.com, November 2010

Penulis : AN Uyung Pramudiarja

Artikel Terkait: