Sabtu, 05 Februari 2011

Apakah Anda Berisiko untuk Meninggal Mendadak?

Setiap tahun, lebih dari 200.000 warga Amerika menderita serangan jantung tanpa mereka sadari. Tahukah bahwa Anda sedang menderita serangan jantung? Mungkin tidak, menurut studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine. Dengan teknologi baru heart-imaging, peneliti dari Duke University menemukan bahwa serangan jantung "silent" tanpa gejala, mungkin jauh lebih sering terjadi dan lebih berbahaya daripada yang diduga sebelumnya. 

Serangan jantung diam-diam atau silent ini sering kali tidak terasa sakit. Bahkan biasanya tanpa gejala khusus sama sekali. Satu-satunya cara untuk mengenalinya secara pasti adalah dengan mengunakan elektrokardiogram yang akan mendeteksi aktivitas listrik abnormal di dalam jantung. Namun masalahnya, beberapa dokter hanya akan melakukan tes ini – yang juga dikenal sebagai ECG atau EKG – apabila mereka mencurigai adanya masalah/keluhan pada jantung pasien. 

Para peneliti dari Duke University meneliti 185 pasien penyakit jantung yang tidak memiliki riwayat serangan jantung sebelumnya. Ternyata dari penelitian ditemukan bahwa 35 orang dari 185 pasien tersebut atau hampir 20 persennya, pernah menderita serangan jantung “silent”. 

Dua tahun kemudian, para peneliti menindaklanjuti temuan tersebut. Hasilnya: Para pasien yang menderita serangan jantung “silent”, memiliki kemungkinan untuk meninggal mendadak akibat gangguan fungsi jantung, 17 kali lebih besar dibandingkan dengan pasien yang tidak. "Ini menunjukkan bahwa serangan jantung “silent” memiliki peranan yang sangat penting," ujar Han Kim, MD, peneliti utama dalam penelitian tersebut. "Hasil penelitian ini akan digunakan sebagai dasar untuk menetapkan cara terbaik dalam merawat pasien." 

Lalu bagaimana Anda menjaga jantung Anda tetap sehat? Ketahui faktor risiko yang anda miliki dan ambil langkah yang tepat untuk menghindarinya - karena muda dan sehat bukan berarti Anda tidak berisiko untuk mati mendadak. 

Seawal mungkin Anda melakukan diet jantung sehat dan berolahraga, semakin lama Anda dapat memperpanjang harapan hidup, kata Eric Topel, MD, direktur Scripps Translational Sains Institute. Itu berarti melakukan olahraga selama 30 menit lima kali seminggu, dan menjaga berat badan ideal, tingkat kolesterol (LDL di bawah 160 mg/dl, HDL setidaknya 40 mg/dl), dan tingkat triglyceride (di bawah 199 mg/dl). 

Jaga jantung Anda, dan pastikan Anda melakukan elektrokardiogram setiap 5 tahun sekali setelah usia 35 tahun.
Sumber: Men’s Health

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar